Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ada Dua Faktor Pemicu, Disperpusip Kabupaten Trenggalek Belum Temukan Formula Jitu untuk Tumbuhkan Minat Baca dan Menulis Warga  

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 14 Desember 2023 | 00:00 WIB
WAWASAN: Perpustakaan perlu digalakkan untuk meningkatkan kualitas SDM.
WAWASAN: Perpustakaan perlu digalakkan untuk meningkatkan kualitas SDM.

TRENGGALEK- Upaya pelestarian muatan lokal masih menghadapi tantangan besar di Kabupaten Trenggalek. Sehingga berdampak pada minat baca.   

Tingkat muatan lokal di Kabupaten Trenggalek dianggap kurang. "Di sini (Perpustakaan Trenggalek, Red) jumlah muatan lokal masih kurang. Itu berpengaruh ke minat baca masyarakat," ungkap Pustakawan Ahli Muda, Endah Susilowati.

Meski begitu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Trenggalek berkomitmen untuk meningkatkan jumlah muatan lokal sebanyak mungkin.

Termasuk telah mengadakan pelatihan menulis kesadaran dan minat masyarakat untuk menulis muatan lokal masih rendah.

“Minat baca masyarakat masih perlu didongkrak. Menulis itu tahap lanjut setelah membaca, jika minat baca masyarakat sudah tinggi maka minat menulis akan meningkat," jelas Kepala Disperpusip Kabupaten Trenggalek, Catur Budi Prasetya.

Catur, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa faktor ekonomi diduga menjadi salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat dalam menulis.

"Ketika masyarakat kesulitan secara ekonomi, minat untuk membaca dan menulis menjadi sulit untuk tumbuh. Banyak lebih fokus mencari nafkah," ujarnya.

Disperpusip Kabupaten Trenggalek telah mencoba berbagai pendekatan untuk mendorong minat masyarakat dalam menulis muatan lokal. Pelatihan menulis yang diadakan bertujuan memberikan keterampilan dasar kepada masyarakat dalam menyusun dan mengekspresikan cerita tentang kearifan lokal mereka.

Upaya Disperpusip Kabupatan Trenggalek dalam menjalin kerja sama dengan penerbit juga belum mampu sepenuhnya membangkitkan minat masyarakat. Meskipun banyak buku lokal telah diterbitkan, para penulis belum dapat eksis.

Selain itu, masyarakat belum sepenuhnya terlibat dalam kegiatan menulis dan membaca. Disperpusip Kabupaten Kabupaten Trenggalek berharap agar setiap desa memiliki perwakilan yang aktif menulis muatan lokal.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong minat masyarakat dalam menulis. Melalui kekayaan muatan lokal, kita dapat membangun identitas bersama yang kuat dan melestarikan kearifan lokal untuk generasi mendatang," pungkasnya. (mg1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#minat baca #kabupaten trenggalek #muatan lokal