Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kebanyakan Pelaku UMKM di Trenggalek Kesulitan Akses Modal, Ibas Beri Solusi Begini...

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 14 Desember 2023 | 00:03 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas beri solusi tangani masalah kemiskinan dan pengangguran.
Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas beri solusi tangani masalah kemiskinan dan pengangguran.

TRENGGALEK - Perhatian terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tampaknya masih kurang.

Pasalnya kebanyakan pelaku UMKM di Bumi Menak Sopal masih kesulitan dalam mengakses modal.

Hal tersebut berdampak pada proses pengembangan UMKM yang ada tidak berjalan secara maksimal.

Tak ayal, para pelaku cenderung numpang brand daerah atau orang lain. Semisal produksi suatu produk dilakukan di Trenggalek, namun setelah jadi diberi label dengan nama daerah lain.

“Karena itu ketika berkunjung di pengrajin opak gambir di daerah Kecamatan Suruh saya kaget, sebab jajanan yang kerap disebut khas Blitar itu ternyata di produksi di Trenggalek, “ungkap Anggota Komisi VI DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Tak ayal hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemkab, mengingat keberadaan UMKM memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian di Trenggalek.

Dirinya berpendapat bahwa UMKM menjadi jawaban atas permasalahan ekonomi yang ada.

Salah satu permasalahan ekonomi saat ini adalah jumlah lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan angkatan kerja.

"Ini adalah solusi untuk menjawab keresahan masyarakat hari ini terkait dengan kemiskinan terkait dengan pengangguran terkait dengan lapangan pekerjaan," paparnya.

Dari situ pemerintah harus memberikan solusi terbaik kepada para pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal.

Sehingga perlu sekiranya ada program yang digagas pemerintah seperti pemberian pinjaman dengan bunga lunak bagi mereka-mereka (pelaku UMKM, red) yang ingin mengembangkan usahanya.

Sehingga bisa diistilahkan para pelaku UMKM tidak menumpang hidup pada usaha orang lainnya.

Sebagai legislator pro UMKM, dirinya mengungkapkan bahwa kedepannya pelaku usaha juga bisa mulai memperhatikan kemasan serta kehalalan dari produk yang dibuat.

Untuk itu kedepan pihaknya akan mendorong agar ada pelatihan bagi mereka. Tujuannya agar bisa beradaptasi dengan teknologi guna proses pengembangan usahanya tersebut.

“Tujuannya, supaya produknya itu tidak hanya dipasarkan sekitar radius Kabupaten Trenggalek, tetapi luas ke Indonesia ataupun pada bisa diekspor nantinya,” imbuh pria yang akrab disapa Ibas ini.

Ide tersebut muncul ketika dirinya mengunjungi kediaman Sukmawati yang merupakan seorang petani, namun bersama suaminya memiliki usaha lain berupa produksi kerupuk (opak) gambir untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Apalagi, rasa opak gambir buatan Trenggalek tidak kalah seperti waffle yang ada di Belanda. Disamping itu, Ibas juga mengaku sempat melihat kerajinan besek yang dibuat di Kecamatan Tugu.

Menurut Ibas, anyaman besek yang digunakan untuk membawa makanan merupakan ide yang cemerlang.

"Itu juga suatu ide cerdas, salah satu bentuk yang semangat harus dikobarkan. Semoga ada perhatian dari pemerintah agar UMKM disini bisa semakin berkembang ," jelasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#edhie baskoro yudhoyono #ibas #umkm #trenggalek