TRENGGALEK - Masyarakat Kabupaten Trenggalek yang ingin menikmati spot internet gratis di berbagai tempat harus bersabar.
Pasalnya, hingga Sabtu (16/12/2023), hanya segelintir tempat saja yang difasilitasi wifi gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Selain itu belum ada wacana untuk melakukan penambahan.
Padahal kemajuan teknologi yang semakin canggih telah menjalar ke Kabupaten Trenggalek.
Melalui akses internet yang mudah menjadikan masyarakat lebih cepat dalam mengakses informasi.
Namun sayangnya hingga saat ini di Trenggalek hanya memiliki satu spot wifi di setiap kecamatan.
“Lokasi satu spot di tiap kecamatan itu menyebar, sebab untuk penempatannya kita minta rekomendasi dari teman-teman di kecamatan,” ungkap Kabid Aplikasi Informatika (Aptika), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Iwan Kukuh.
Dia melanjutkan, hal tersebut terjadi memang sementara ini diskominfo hanya menargetkan satu spot wifi gratis pada setiap kecamatan.
Sebenarnya jumlah tersebut bisa dikembangkan, jika pemerintah kecamatan bisa ikut turun tangan. Yaitu dengan menyambungkan spot wifi yang ada melalui kabel lagi ke lokasi lain.
“Jadi satu spot itu bisa ditambahkan,” katanya.
Itu harus dilakukan karena saat ini diskominfo belum bisa memastikan terkait penambahan jumlah spot wifi gratis tersebut. Sebab hal tersebut tergantung kekuatan anggaran yang ada saat ini.
Namun jika pihak kecamatan mau membantu mengembangkan, spot yang ada tinggal menambah kabel dan access point.
Kendati demikian diskominfo akan berusaha untuk melakukan penambahan, apalagi tahun ini ada beberapa Puskesmas telah meminta akses wifi gratis untuk menambah layanan ke Masyarakat. Akan tetapi permintaan tersebut belum bisa dikabulkan.
Untuk itu dengan anggaran yang terbatas, diskominfo akan terus berusaha melakukan penambahan spot yang ada.
Salah satunya adalah melalui Kerjasama dengan sejumlah Perusahaan untuk memberikan corporate social responsibility (CSR) guna memenuhi permintaan tersebut.
“Memang akses ke puskesmas masih kita rencanakan untuk mendapat CSR dan membantu kita mengembangkan jaringan,” imbuh pria yang akrab disapa Iwan ini.
Iwan menjelaskan bahwa tidak dapat menyalahkan keterbatasan dana yang dimiliki dalam proses pengembangan jaringan tersebut. Apalagi beberapa jaringan yang telah dibangun juga didapat dari CSR.
“Maka dari itu, bagaimana kemudian kita bisa dapat akses dari pihak ketiga untuk membantu kita mengembangkan jaringan,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra