TRENGGALEK - Pulang kampung juga terjadi saat momen perayaan Natal 2023 ini. Buktinya, jemaat Gereja Katolik Santa Maria Trenggalek mengalami overload dari hari biasanya.
Sebab dalam perayaan Misa Malam Natal Minggu (24/12/2023) yang dimulai sekitar pukul 18.00 gereja tersebut dihadiri lebih dari 250 jemaat.
Padahal biasanya ada sekitar 200 jemaat yang hadir. Dari situ bisa dikatakan semua jemaat rayakan natal dengan penuh keceriaan.
"Perayaan Misa Malam Natal tahun ini memiliki nuansa yang berbeda. Sebagian besar jemaat yang biasanya bekerja di luar kota memutuskan untuk pulang kampung, menciptakan momen kebersamaan yang istimewa di gereja ini," jelas Pihak Keamanan Gereja Katolik Santa Maria, Suprianto.
Dia melanjutkan, kehadiran lebih dari 250 jemaat di Gereja Katolik Santa Maria menjadi gambaran betapa istimewanya perayaan Natal kali ini.
Beberapa jemaat bahkan harus melaksanakan peribadatan dari luar gereja karena keterbatasan tempat duduk. Meskipun demikian, semangat kekristenan yang membawa damai dan sukacita terlihat dalam setiap jemaat yang berpartisipasi.
Imam gereja memimpin serangkaian peribadatan dengan penuh khidmat. Meskipun kondisi gereja lebih ramai dari biasanya, suasana tetap sakral dan penuh kekhusyukan.
Jemaat mengikuti peribadatan dengan penuh kesungguhan, memperkuat makna Natal sebagai peristiwa keagamaan yang mendalam.
Acara Misa Malam Natal berlangsung hingga sekitar pukul 19.45. Setelah selesai, jemaat berkumpul dan saling mengucapkan 'Selamat Natal' satu sama lain.
Moment keceriaan dan kehangatan terasa di antara jemaat yang saling berbagi kegembiraan dalam perayaan kelahiran Yesus Kristus.
"Kebersamaan dan kekompakan jemaat menjadi daya tarik utama dalam perayaan kali ini," imbuhnya.
Sementara itu, Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Imanuel Trenggalek menggelar peribadatan Ruhani pada Natal 2023 dengan penuh kekhusyukan.
Misa Natal yang dilaksanakan di Jl. Hos. Cokroaminoto 25 mulai pukul 07.00 hingga 09.00 didatangi oleh 100 jemaat.
Acara peribadatan tersebut berlangsunglancar dan aman serta memberikan kesempatan kepada para jemaat untuk beribadat dengan khusyuk.
Keberagaman jemaat yang hadir menjadi gambaran semangat kebersamaan dan kedamaian dalam merayakan Natal.
Tidak hanya dihadiri oleh jemaat, GPT Imanuel Trenggalek juga mendapatkan perhatian dengan kedatangan beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pihak Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek.
“Terimakasih pada TNI dan kepolisian yang telah menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi seluruh jemaat," ungkap Perwakilan Pemuda GPT Imanuel Trenggalek, Yusuf Agus Sugiantoro.
Selain itu, pada perayaan natal yang akan datang pada 29 Desember, tidak ada rangkaian ibadah.
Sebab acara tersebut akan lebih berfokus pada rangkaian ucapan syukur atas perayaan Natal yang telah berjalan dengan aman dan damai.
Perayaan tersebut akan dirayakan bersama keluarga dan tetangga. “Semoga perayaan Natal ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama khususnya di Trenggalek, “jelas Agus.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra