TRENGGALEK – Ada-ada saja ulah Evi Kartika, warga Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.
Akibat main mata gerinda, alat yang biasa untuk menghaluskan logam itu menyangkut di jari tangan.
Wanita 26 tahun pun menghubungi petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek untuk membantu melepaskan mata gerinda.
Berdasarkan informasi yang didapat, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00, Selasa (26/12/2023).
Saat itu Evi sapaan akrab Evi Kartika sedang berbincang-bincang dengan temannya sambil bermain dengan mata gerinda.
Tidak disangka, mata gerinda tersebut tiba-tiba nyangkut di jari manis Evi sekitar pukul 17.10 dan tidak bisa dilepaskan.
“Meskipun telah mencoba berbagai cara termasuk menggunakan hand body dan minyak urut, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil,” ungkap Kabid Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PPK Trenggalek, Wasis Widodo.
Dia melanjutkan, karena itu sekitar pukul 17.18, Evi akhirnya memutuskan untuk menghubungi nomor aduan Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan.
Regu piket dari Satpol PPK segera merespons panggilan tersebut, Evi yang diantarkan oleh temannya akhirnya tiba di Markas Komando (Mako) Satpol PPK pada pukul 19.12.
Setelah memberikan penjelasan dan mendapatkan surat persetujuan tindakan dari Evi, regu piket mulai melaksanakan pelepasan mata gerinda pada pukul 19.16.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan mini grinder untuk memotong mata gerinda dan dialiri air guna menghindari panas yang dihasilkan oleh gesekan antara mata mini grinder dan mata gerinda.
Tang capit juga digunakan untuk meregangkan mata gerinda yang menempel di jari manis Evi.
“Alhamdulillah pada pukul 19.30 mata gerinda berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan luka serius pada jari manis Evi,"
"Mata gerinda yang telah dilepaskan kemudian diserahkan kepada Evi untuk dibawa pulang,” sambung pria yang akrab dipanggil Wasis tersebut.
Dirinya juga menyampaikan bahwa situasi saat ini dapat dikategorikan aman terkendali.
Tindakan cepat Satpol PPK dalam merespons kejadian mampu meminimalisir resiko yang dialami oleh Evi.
“Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua untuk selalu berhati-hati saat bermain dengan alat atau benda tajam guna menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra