TRENGGALEK - Suka narsis di depan kamera menjadi awal Kinanthi Widarayu menekuni dunia foto model.
Meski kini dia sibuk bekerja, namun hobi tersebut tetap dijalani. Terlebih itu mendapat lampu hijau dari lingkungan keluarganya.
Wanita asal Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Trenggalek itu menceritakan, perkenalannya dengan dunia modeling sebenarnya sudah dimulai cukup lama.
Yakni saat masih kecil, dengan ikut les khusus. Tidak hanya modeling, dia juga ikut les menari serta menyanyi.
Apa yang dilakukan Kinanthi mendapat lampu hijau dari keluarganya. Dia bisa belajar seni sesuai keinginan.
Terlebih ayahnya seorang dalang wayang kulit, selalu mendukung. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi wanita ramah itu.
“Darah seni mengalir deras di dalam tubuh saya. Makanya, saya suka menjalaninya (belajar berkesenian, Red). Bahkan, saya pernah menjadi penari terbaik di sanggar,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, Kinan, sapaan Kinanthi Widarayu, terpaksa mengurangi kegiatan berkesenian. Terlebih kini dia mulai sibuk bekerja.
Yakni menjadi tenaga pengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar (bimbel). Hanya modeling yang masih terus dilakoni.
“Ada satu hal yang tetap saya jalani. Yakni menjadi foto model. Karena saya sendiri cenderung narsis dan suka foto,” ujarnya.
Dia beruntung, les modeling yang dipelajari sejak kecil banyak membantunya. Utamanya bergaya di depan kamera.
Namun bukan berarti tidak grogi. Kinan tak menampik dia masih merasa deg-degan saat sesi pemotretan.
Terlebih jika ada belasan bahkan puluhan fotografer yang memotret. Misalnya saat event.
Nah, untuk mengatasi grogi tersebut, bagi Kinan harus bisa menguasai diri. Ini juga agar hasil foto tidak mengecewakan.
“Kuasai diri agar tidak grogi,” jelasnya.
Untuk rencana kedepan, wanita berparas cantik itu ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Sebab, baginya pendidikan juga juga penting sebagai bekal hidup.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra