TRENGGALEK - Petani di Trenggalek masih terjebak dalam kondisi memprihatinkan saat mengelola lahan pertanian mereka.
Pasalnya, harga pupuk yang tinggi menjadi masalah utama yang menghantui, menyebabkan kebingungan di kalangan petani.
Keluhan masyarakat terkait akses sulit terhadap pupuk semakin meruncing yang mengindikasikan krisis dalam pemenuhan kebutuhan pertanian dasar.
Hal tersebut ditambah dengan peralatan pertanian yang belum canggih juga menjadi kendala bagi para petani.
Minimnya akses terhadap teknologi modern menghambat efisiensi dan produktivitas pertanian.
Meskipun sudah berada di era modern, para petani masih menghadapi kenyataan sulitnya memasarkan hasil panen mereka dengan harga yang memadai.
“Dengan kondisi itu sekiranya perlu adanya kontrak antara petani dan pemerintah “ ungkap Calon Presiden Anies Rasyid Baswedan.
Dia melanjutkan, kontrak tersebut tidak hanya melindungi petani dari kerugian tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan harga yang adil untuk hasil panen mereka.
Sebab dari kontrak tersebut hasil pertanian selama lima tahun disepakati harganya. Sehingga petani ketika bekerja menanam sampai panen tidak takut harganya turun karena ada perjanjian untuk di beli.
“Nantinya kami juga akan memberikan keleluasaan kepada petani untuk melakukan kredit terhadap peralatan pertanian, sebab itu merupakan hal yang penting,” katanya.
Dengan cara tersebut, diharapkan petani dapat mengakses peralatan yang lebih modern dan meningkatkan efisiensi dalam proses pertanian.
Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pertanian di Trenggalek.
Pria yang akrab disapa Anies Baswedan tersebut juga menyoroti perlunya reformasi dalam sistem pengelolaan lahan.
Alasannya sampai saat ini petani di Trenggalek masih memerlukan perhatian khusus untuk mengelola lahan mereka secara optimal.
"Dengan sistem itu kami yakin petani nantinya bisa kredit alat-alat pertanian, kredit obat-obatan, dan macam-macam,"
"Karena sudah ada jaminan nanti gabahnya akan ada yang membeli dengan harga yang pasti bagus dan tidak perlu takut perihal pengelolaan tanah," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta ini nya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra