Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

74,6 Persen Kasus Kebakaran di Trenggalek Akibat Human Error, Wilayah Ini Masuk Kategori Tertinggi

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 4 Januari 2024 | 13:00 WIB
Satpol PPK Trenggalek memadamkan api kebakaran
Satpol PPK Trenggalek memadamkan api kebakaran

TRENGGALEK - Sosialisasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) dalam hal mencegah terjadinya kebakaran tampaknya belum terlalu efektif.

Pasalnya, human error masih menjadi penyumbang terbanyak akibat kebakaran di kabupaten Trenggalek.

Ini terlihat berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari Satpol PPK, sepanjang 2023 lalu tercatat ada 83 kejadian.

Jumlah tersebut naik 45 kejadian dari tahun 2022 kemarin dengan 38 kejadian.

Dari jumlah tersebut Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah dengan laporan kebakaran tertinggi dengan total 18 kejadian selama tahun lalu.

Jumlah tersebut disusul Kecamatan Karangan dengan 13 kejadian.

Diposisi ketiga ada Kecamatan Pogalan dengan sembilan kejadian, secara berurutan disusul Kecamatan Gandusari dengan delapan laporan, serta Kecamatan Tugu dan Durenan masing-masing enam kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Watulimo dan Panggul mencatat lima kejadian, sedangkan Kecamatan Pule, Kampak, Dongko, dan Munjungan memiliki tiga kejadian.

“Kecamatan Bendungan menjadi yang terakhir dengan hanya satu laporan, sementara Kecamatan Suruh nihil laporan kebakaran sepanjang tahun 2023,” jelas Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran, dan Non-Kebakaran, Satpol PPK Trenggalek, Wasis Widodo.

Adapun penyebab kebakaran mayoritas atau sekitar 74,6 persen berasal dari kelalaian masyarakat (human error) dengan jumlah total 62 kejadian.

Faktor lain yang menyumbang kebakaran adalah konsleting listrik dengan 15 kejadian, kebocoran tabung gas sejumlah dua kejadian, dan terdapat empat kejadian kebakaran yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Karena itu perlu adanya perhatian serius terhadap kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian manusia.

Baca Juga: Geger, Sosok Kunti saat Perayaan Tahun Baru 2024 di Watulimo Trenggalek, Netizen: Fitnah Apalagi Ini…

"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tindakan pencegahan kebakaran di lingkungan sekitar," ujarnya.

Meskipun angka kebakaran meningkat, perlu dicatat bahwa selama tahun 2023 tidak ada korban jiwa dalam laporan kebakaran.

Namun, jumlah kerugian akibat kebakaran mencapai angka yang cukup signifikan, ditaksir senilai Rp1,82 miliar lebih.

Dari semua kejadian tersebut, salah satu catatan positif dalam tahun 2023 adalah ketepatan waktu Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam merespon kebakaran, yang mencapai angka 65,06 persen.

Kendala yang ditemui Tim Damkar di lokasi kejadian adalah akses jalan yang sulit.

“Kami berharap dengan adanya langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif, angka kebakaran dapat ditekan dan kerugian dapat diminimalkan pada tahun-tahun berikutnya,” tutup Wasis.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kabupaten trenggalek #kebakaran #human error #trenggalek