TRENGGALEK - Membludaknya pengunjung di Pantai Mutiara secara drastis selama libur Natal dan Tahun Baru 2024 ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pasalnya, kendati jumlah pengunjung bisa sampai 5 ribu lebih setiap harinya, namun PAD yang disetorkan amat sedikit.
Hal tersebut lantaran penanggung jawab Pantai Mutiara merupakan swadaya dari kelompok masyarakat wisata setempat dan hanya mengenakan retribusi melalui tiket masuk.
Sehingga jika pengunjung membludak, keuntungan yang di pengelola semata.
“Jadi dalam proses PAD tidak seperti destinasi wisata yang kami (Disparbud) kelola langsung,” ungkap Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019, wisata alam yang langsung ditangani oleh disparbud adalah Guo Lowo, Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Pantai Damas, Pantai Cengkrong (Hutan Mangrove), Pantai Pelang, Pantai Konang, Pantai Blado dan Pantai Kili-Kili.
Dari situ ada perbedaan dalam model pengelolaan dan penarikan retribusi antara Pantai Mutiara dan destinasi wisata yang dikelola langsung oleh Disparbud.
“Kalau wisata yang langsung kami tangani ada retribusi lain seperti penggunaan tanah untuk komersial pada kawasan wisata dan pemanfaatan atau penggunaan fasilitas di objek wisata,” tambahnya.
Meskipun demikian, Sunyoto menekankan bahwa perbedaan ini tidak mengurangi nilai pentingnya Pantai Mutiara sebagai destinasi wisata di Trenggalek.
Sehingga keberadaan Pantai Mutiara tetap menjadi daya tarik utama di Trenggalek. Pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan pantai tersebut tidak hanya dari Trenggalek sendiri, tapi juga dari luar daerah. Ini tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Sehingga Pantai Mutiara dengan pesona alamnya yang memukau terus menjadi tujuan favorit para wisatawan.
Meskipun kontribusinya pada retribusi relatif kecil, dampak positifnya terdapat pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal tetap tidak dapat diabaikan.
Kedepannya, peran masyarakat setempat dalam mengelola Pantai Mutiara diharapkan dapat terus memberikan pengalaman wisata yang memuaskan bagi pengunjung.
“Kendati demikian untuk raihan PAD di tahun ini tidak usah risau, sebab banyak wisatawan yang berkunjung membuat meningkat,"
"Buktinya PAD pariwisata yang ditargetkan sebesar Rp7,7 miliar pada tahun 2023 dapat dicapai sebesar Rp8,2 miliar,” jelas mantan Sekretaris Disdikpora Trenggalek ini.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra