Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Cabai Masih Naik Turun Diskomidag Trenggalek Belum Temukan Strategi Jitu

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 7 Januari 2024 | 02:00 WIB
Salah satu penjual cabai di pasar Trenggalek
Salah satu penjual cabai di pasar Trenggalek

TRENGGALEK - Memasuki awal Tahun terjadi penurunan harga cabai rawit di pasar wilayah Trenggalek.

Kondisi ini memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen yang sebelumnya merasa terbebani dengan harga tinggi.

Saat ini, harga cabai rawit berada dalam kisaran Rp55 ribu, sampai Rp75 ribu per kilogram, menandai penurunan signifikan dari angka Rp100.000 per kilogram pada bulan sebelumnya.

Harga cabai rawit yang tidak menentu dan cenderung melejit, diduga sebagai dampak dari kegagalan panen.

Situasi ini menunjukkan adanya tekanan pada pasokan cabai rawit di wilayah tersebut, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor seperti cuaca ekstrem atau masalah teknis dalam proses bercocok tanam.

Meskipun harga cabai mulai melandai, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran memprediksi potensi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru lantaran pasokan yang terbatas.

"Berdasarkan hasil survei kami, stok barang memang berkurang," jelasnya.

Saniran menyampaikan indikasinya terkait harga cabai kemungkinan akan mengalami kenaikan hingga mencapai kisaran Rp. 80.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

Hal tersebut terjadi lantaran saat ini memasuki musim hujan yang biasanya petani beralih menanam padi.

“Tapi harga cabai itu sangat tergantung pada kualitas cabai yang beredar dipasaran, “katanya.

Saniran mengakui bahwa Koperindag masih mencari solusi yang efektif untuk menstabilkan harga cabai.

Cabai sendiri komoditas yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama sehingga kondisi ini menjadi kendala dalam menjaga stabilitas harga.

Dalam hal ini, cabai tidak memiliki kemampuan penyimpanan yang sama dengan komoditas lain seperti beras. Proses pengeringan merupakan salah satu cara untuk menyimpan cabai.

Namun kondisi cabai yang dihasilkan dengan cara pengeringan tentu saja tidak dalam kualitas yang baik.

Sehingga cara untuk menjaga pasokan cabai masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Pasalnya, meski terjadi lonjakan harga, masyarakat masih mengutamakan kebutuhan akan cabai dalam kondisi segar.

“Karena itu, kami dan pihak terkait perlu terus berupaya mencari formula yang tepat guna menjaga harga cabai agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelas Saniran.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#penurunan harga cabai #cabai #trenggalek #cabai rawit