TRENGGALEK - Lonjakan pengunjung di Pantai Mutiara selama libur Natal dan Tahun Baru 2023 menyebabkan kekhawatiran terkait kurangnya kapasitas parkir yang memadai.
Pantai yang menjadi destinasi favorit tersebut mengalami lonjakan jumlah pengunjung rata-rata mencapai lima ribu orang hingga enam ribu orang per hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena kapasitas parkir untuk kendaraan roda empat hanya mampu menampung sekitar 250 hingga 300 mobil, dimana idealnya kapasitas parkir hanya untuk 250 mobil.
Sementara jumlah pengunjung yang datang jauh lebih besar ketimbang kapasitas lahan parkir, yakni mencapai rata-rata lima ribu pengunjung.
"Pengunjung yang datang kebanyakan menggunakan mobil pribadi dengan kapasitas lima sampai delapan orang. Ini menjadi tantangan besar bagi kami karena kapasitas parkir yang terbatas," ungkap Pengelola Pantai Mutiara, Marsum.
Dengan kondisi tersebut membuat, loket masuk Pantai Mutiara harus ditutup lebih awal bagi wisatawan yang membawa kendaraan roda empat.
Kondisi ini menyebabkan antrian roda empat mengular, sedangkan lahan parkir di Pantai Mutiara sudah dipadati kendaraan dari pengunjung yang datang lebih awal.
”Karena itu kami memiliki niatan untuk menambah luas lahan parkir,” katanya.
Kendati demikian, usaha tersebut menemui hambatan karena lahan yang akan digunakan sebagai ekspansi parkir masih merupakan lahan garapan petani.
Meskipun sudah berusaha berkomunikasi dengan para petani, hingga saat ini belum ada perjanjian yang dapat disetujui oleh kedua belah pihak.
"Memang diperlukan adanya penambahan lahan parkir untuk menampung jumlah pengunjung yang terus meningkat. Namun, belum ada titik temu terkait perjanjian dengan para petani tentang lahan garapannya. Kami masih berupaya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan keduanya," tambahnya.
Kondisi parkir yang kurang memadai menjadi perhatian utama pihak pengelola, mengingat kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas.
Meskipun belum ada kesepakatan dengan para petani, pihak pengelola terus berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar kebutuhan pengunjung dan petani dapat diseimbangkan.
Pengelola wisata berharap dapat segera mencapai kesepakatan dengan para petani sehingga ekspansi lahan parkir dapat segera dilaksanakan.
“Kedepannya, perencanaan pembangunan dan pengelolaan wisata Pantai Mutiara akan terus kami tingkatkan agar memberikan pengalaman wisata yang memuaskan bagi pengunjung dan mendukung pembangunan ekonomi lokal,” jelas Marsum.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra