TRENGGALEK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek serta berbagai pihak harus lebih intens lagi dalam melakukan penjagaan gudang logistic suara. Pasalnya, saat ini surat suara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek yang tiba pada Jumat (5/1/2024) lalu telah mulai disortir.
Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek ini, proses sortir surat suara tersebut dilakukan selama 15 hari kedepan. Tujuan sortir surat suara tersebut tidak lain untuk mengetahui yang rusak maupun cacat.
“Dengan mempertimbangkan berbagai hal, proses sortir surat suara ini kami lakukan di gudang logistik, dimulai kemarin (Minggu, 07/01-red),” ungkap Sekretaris KPU Trenggalek Nanang Eko Prasetyo.
Dia melanjutkan, sedangkan terkait petugas sortir merupakan masyarakat biasa Trenggalek. Sebelum melakukan kerjanya, petugas sortir dilakukan pengecekan. Ini bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari situ sejauh ini ditemukan 137 buah surat suara yang terindikasi rusak. Namun, saat ini KPU Trenggalek belum menetapkan kalau rusak dan tidak bisa dipakai.
“Kami akan lakukan cek ulang pada 137 surat suara itu apakah masih bisa dipakai atau memang benar rusak. Maknya saat ini surat suara itu telah disisihkan,” katanya.
Nantinya jika surat suara tersebut benar-benar rusak KPU Trenggalek bakal meminta ganti ke pihak percetakan.
Disisi lain penyortiran surat suara tersebut juga bertujuan untuk menghitung ulang seluruh surat suara yang dibutuhkan, yakni sebanyak jumlah daftar pemilih tetap ditambah surat suara cadangan.
Sehingga dalam waktu 15 hari proses sortir tersebut melibatkan seratus tenaga kerja untuk menyortir 600.512 surat suara.
“Sampai hari ini (kemarin, 8/1-red) proses sortir yang kami lakukan sudah mencapai 101.751 lembar dan akan terus berkembang. Sedangkan untuk pengawasan di gudang logistik kami pertebal dari unsur TNI-Polri,” jelas yang juga pernah bertugas di KPU Tulungagung tersebut.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra