Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kesaksian Rara Sang Penari, Cerita Dibalik Film Sinden Gaib Trenggalek

Luqman Hakim • Jumat, 12 Januari 2024 | 00:25 WIB
Rara menceritakan kejadian mistis yang terjadi pada dirinya
Rara menceritakan kejadian mistis yang terjadi pada dirinya

TRENGGALEK - Film Sinden Gaib, meskipun belum tayang di bioskop tanah air, namun film ini sudah ramai dibicarakan di sosial media. Film yang diangkat dari kisah nyata di Trenggalek tersebut terus di telusuri ceritanya.

Sebelumnya, akun youtube Bumi Nusantara telah menceritakan sosok Desa Penari yang berada di Trenggalek. Salah satu video yang diunggahnya berjudul “Misteri Desa Penari (Part 2) Kesaksian Nawang Sang Penari” yang telah diunggah 25 Oktober 2019 dan telah ditonton 60.124 kali.

Dalam video tersebut menampilan Wulan Tiara Wirani alias Rara. Ia merupakan orang yang memerankan Nawang dalam sebuah film dokumenter “Selendang Nawang” yang menjadikan kisah mistis ini terjadi. Namun sayang, film dokumenter ini tidak dapat dipublikasikan karena berbagai hal mistis yang terjadi saat proses syuting dan mengakibatkan tidak tuntas.

Perlu diketahui, Film Sinden Gaib yang diangkat dari kisah nyata di Trenggalek ini bermula dari sekelompok kru sebuah film yang akan membuat proyek film dokumenter tentang sebuah kesenian yang ada di Trenggalek.

Yaitu, Jaranan Turonggo Yakso dari sisi sang penarinya. Ketiga perempuan tersebut bernama Ayu, Rara, dan Keisya yang menjadi tokoh utama dalam film dokumenter tersebut. Ketiga remaja itulah yang menjadi korban teror Mbah Sarinten, seorang sinden dari dunia gaib.

Dalam video yang diunggah aku Bumi Nusantara, Rara menceritakan awal kejadian mistis terjadi saat mereka take video dipinggir sungai diatas batu. Saat itu keisya memperagakan tari Turonggo Yakso. Disaat kejadian, Rara menceritakan pada saat itu keisya merasa tidak enak badan.

“kok aku nggak enak badan ya, aku pusing, aku mual. Kayaknya kamu kecapean, habis ini istirahat saja” Ungkap Rara dalam video yotube Bumi Nusantara.

Rara melanjutkan, setelah take di sungai mereka kembali ke base camp 1 (rumah rara) dan keisya semakin merasa kesakitan hingga tidak sadarkan diri. Rara yang melihat hal tersebut, ia menggosokkan minyak kayu putih.

“Keisya tidak sadarkan diri, terus semua orang penasaran itu keisya kenapa. Terus ayu datang melihat dan respon pertama ayu ini menangis. Jadi aku lihat ayu, lihat keysa, aku bingung. Terus lama-lama ayu kok jadi teriak-teriak, kayak histeris, kok jadi teriak-teriak ya, aku jadi takut” lanjut rara.

Tak lama kemudian, keisya yang tak sadarkan diri bergumam sambil melantunkan tembang jawa. Sedangkan ayu, dia yang melihat hal tersebut juga mengalami kesurupan.

“ayu lewat sambal bilang “he koncoku, ayo bantunen aku”. Saat itu ayu ditahan banyak orang namun tidak ada yang kuat terus banyak orang yang datang, baik ustadz maupun orang yang biasa nyembuhin orang kesurupan namun tetap tidak bisa. Si ayu ternyata masalahnya itu ada di batu, setelah itu dikembalikan” ungkap rara.

Tak berhenti disitu, kejadian kesurupan juga terjadi di sekolah saat upacara bendera ayu kembali kesurupan dan terus memanggil keysa dan rara.

“disekolah, itu hari senin upacara aku tanya dia kamu tidak apa-apa kan, iya tidak apa-apa, aku udah sehat kok, jawab ayu. pas upacara mau selesai tiba-tiba ayu pingsang dan dibawalah ke UKS dan waktu di uks ayu teriak-teriak manggil aku dan keysa” ungkap rara.

Video tersebut, banyak menyita antusias warganet, salah satuya akun youtube @gludugrendeng59 yang ditulisnya 4 tahun lalu.

“Kalo teringat kejadian waktu itu rasanya ngeri mas Gaduh... Waktu itu anak2 banyak yg kesurupan sekitar pukul 23.30 saya dikabari langsung ke lokasi yg jaraknya kurang lebih 25 km, pas ditengah perjalanan mobil yg tadinya sehat wal afiat tiba2 mogok, setelah mobil bisa diperbaiki kita jalan lagi, sampek dilokasi ada 4 anak2 yg kesurupan, alhamdulillah akhirnya berangsur sadar.... Pas saya pulang mobil mogok lagi, akhirnya mobil didorong menjauhi lokasi dan alhamdulillah kami bisa pulang dengan selamat” tulis akun youtube gludugrendeng59.

Selain itu, akun youtube @agungbayu526 juga mengomentari bahwa menurutnya tarian jawa itu sangat sakral.

“Memang tarian jawa apalagi tarian jawa klasik itu sangat sakral. Adikku pernah cerita, dia punya teman yang sekolah di jurusan seni tari di salah satu daerah jawa tengah yang kenthal dgn budaya jawa. Waktu itu ada pertunjukan tari bedayan (bedaya) di sekolahannya, kalau tari bedayan itu kan mainnya 1 team. Nah pas di tengah pertunjukan itu tiba-tiba dia hilang, konon kabarnya dia di bawa ke keraton kidul,"

"Karena tari bedayan itu gak boleh sembarangan, ibarat kata saat mau pertunjukan itu harus "minta izin" dulu ke empunya. Tari Bedayan itu biasanya di pentaskan pada saat jumenengan raja di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, dan kalo teman-teman pernah melihat tari bedayan di Keraton itu suasananya sangat sakral dan mistis” Tulis akun youtube @agungbayu526.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Rara #trenggalek #sinden gaib