TRENGGALEK - Sinden gaib merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah nyata yang berasal dari trenggalek, film sinden gaib diproduksi oleh starvision dan disutradarai faouzan rizal film ini dijadwalkan akan tayang pada tanggal 22 februari 2024.
Ayu seorang perempuan yang semula menjadi pemeran sebuah film dokumenter bersama kedua kawannya (Rara dan Keiza) dalam film tersebut.
Namun terjadi sebuah peristiwa yang tak terduga, sehingga kejadian tersebut membuat perubahan dalam hidup Ayu.
Diawali ketika mereka sedang melakukan syuting di sungai Watu Kandang Kabupaten Trenggalek, Ayu, Rara, dan Keiza berencana syuting tarian Turonggo Yakso, tarian asli Trenggalek.
Namun ada salah satu kameramen melanggar tata krama, ia sengaja mengambil batu keramat yang ada disekitar tempat syutting.
Tak disangka Batu tersebut merupakan tempat bersemayamnya Sinden Gaib, Sarinten.
Sarinten pun marah karena merasa tempat tinggalnya diobrak abrik "Enek seng nakal omahku dijipuk, omahku rusuh kabeh, tak golek i sopo seng njipuk omahku," dikutip dari kanal youtube Bumi Nusantara, ketika narasumber Ayu asli dirasuki oleh sinden gaib 'Mbah sarinten'.
Walapun orang yang mengambil batu bukan lah Ayu, namun Ayu terkena imbasnya karena dari awal mbah sarinten sudah mengincar Ayu, dan mengapa memilih Ayu itu belum diketahui.
Mbah Sarinten yang sedang merasuki Ayu memberi wejangan,
"Ngati-ngati neng endi endi panggon kui ono tata kramane, ojo sembarangan, nek endi endi panggon sopo ae kowe kui, kowe kui lak diganggu ora gelem, yen ngono kudu duwe tata krama," pesannya.
Diakhir wawancara, ketika Ayu sudah siuman dari kesurupan, Ayu juga berpesan kepada semua orang,
"Jadi buat temen temen hati hati aja, jaga diri baik-baik dimanapun berada, jaga tata kramanya biar kita hidup kita selamat, aman, sentosa,"
"Kita membuat kesalah mungkin akibatnya tidak langsung berimbas kepada kita tapi dapat berimbas buruk kepada orang lain," kata Ayu.
Dari cerita ayu dapat diambil hikmah bawasanya kita harus tetap berhati -hati dimanapun kita berada, selalu ingat tata krama karena dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Dunia gaib itu nyata adanya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra