TRENGGALEK - Pabrik Rokok Sejahtera PMA di Desa Durenan, Kecamatan Durenan mengalami kebakaran pada Rabu (17/1/2024) pukul 04.42 WIB.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh Ibu Saipul, warga RT. 02 RW. 01 Desa Durenan, Kecamatan Durenan. Dalam kasus ini, ruang oven rokok dengan luas 4x8 meter menjadi obyek kebakaran.
Berdasarkan data dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja dan Kebakaran (PPK), menyebutkan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik pada alat oven rokok.
Hal ini diketahui pada saat Anis, pemilik pabrik, tengah menyetrika baju, namun listrik dari spedometer pabrik tiba-tiba mati.
“Kesaksian dari pelapor ada suara kayu terbakar terdengar dan kobaran api berasal dari ruang oven,” jelas Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satpol PPK, Burhannudin.
Kobaran api dengan cepat melalap area tersebut. Pemilik rumah lantas meminta bantuan pada warga sekitar.
Melihat api yang semakin membesar, Ibu Saipul berupaya menghubungi pihak pemadam kebakaran.
Setelah menerima laporan pada pukul 04.42, petugas segera berangkat ke lokasi pada pukul 04.45.
Dalam tempo 17 menit, petugas sudah tiba di lokasi dan memulai operasi pemadaman.
Perlu tiga unit mobil pemadam kebakaran, termasuk dua unit mobil pompa dan satu unit mobil water supply.
Selain itu, tim pemadam kebakaran juga menerjunkan sembilan personel.
Warga sekitar turut serta dalam membantu mengatasi keadaan dengan memberikan bantuan untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman. Pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 05.31.
Dalam prosesnya, petugas memastikan untuk melakukan overhaul (pemeriksaan menyeluruh terhadap objek kebakaran) guna mengecek adanya titik api lain dan memastikan keamanan di lokasi.
Dalam prosesnya, pemadam kebakaran memerlukan 4 ribu liter air untuk menjinakkan api.
Kebakaran ini menyebabkan kerugian material mencapai Rp. 30 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kebakaran ini.
Sedangnkan aset yang berhasil diselamatkan mencakup rumah, gudang bahan baku, dan tempat produksi.
“Material yang berhasil terselamatkan kurang lebih senilai Rp500 juta,” papar pria yang kerap disapa Burhan tersebut.
Pada pukul 07.00, personil pemadam kebakaran kembali ke Mako Damkar, menandai berakhirnya operasi pemadaman.
Meskipun kerugian materiil signifikan, kerjasama masyarakat sekitar memberikan dampak positif dalam meminimalisir potensi bahaya dan kerugian yang lebih besar.
“Kejadian ini memberikan pembelajaran penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan dalam mengatasi situasi serupa,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra