Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Syuting Film Sinden Gaib di Trenggalek, Sutradara Faozan Rizal Akui Energinya Terkuras dengan Non Teknikal Ini

Henny Surya Akbar Purna Putra • Jumat, 19 Januari 2024 | 23:03 WIB
Sutradara Faozan Rizan membagikan cerita proses syuting film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib di Trenggalek.
Sutradara Faozan Rizan membagikan cerita proses syuting film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib di Trenggalek.

NASIONAL - Meski Film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib tayang perdana pada 22 Februari 2024 mendatang, film bergenre horor ini sudah menyita banyak perhatian masyarakat.

Perhatian itu tertuju pada kisah nyata yang dialami tokoh utama, Ayu. Yang mana hingga kini Ayu hidup berdampingan dengan sosok Sinden Sarinten.

Sutradara Film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib Faozan Rizal mengakui ia memang memiliki ketertarikan dengan tradisi Indonesia, yang mana dalam tradisi itu masih kental dengan cerita-cerita mistis.

"Sementara saya sangat suka dengan tradisi Indonesia, jadi ketika dua hal itu digabungkan, itu sangat menarik bagi saya untuk tergabung dalam project Jagat Alam Gaib," kata Sutradara Faozan Rizal, dikutip dari YouTube Bumi Nusantara pada Jumat (19/1/2024) sore.

Sebelum tercetus pembuatan film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib, kata Faozan Rizal, waktu itu mulanya hanya sekadar obrolan ringan.

Namun obrolan itu makin mengerucut hingga timbulah komitmen menggarap film horor di lokasi kajadian horor tersebut, yakni di Sungai Watu Kandang, Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek.

"Terus kemudian, waktu itu baru slentingan: Apa kita bikin di Trenggalek saja ya, wah kayaknya fun kalau syuting horor di lokasi aslinya," kata Faozan Rizan sembari mengingat-ingat momen awal diskusi pembuatan film horor.

Bermula dari situ, Faozan Rizan dan kru pun berkomitmen membuat film horor Jagat Alam Gaib Sinden Gaib di Trenggalek.

Pertama kali datang di Sungai Watu Kandang, Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek, Faozan Rizal menceritakan bahwa ada adegan dimana tokoh utama tenggelam di sungai saat malam hari. Adegan itu menurut Faozan cukup berbahaya bagi para aktor.

Ia pun menyarankan teknik day for night, sebuah teknik yang dapat mengubah kesan siang seakan-akan menjadi malam. Namun teknik ini bisa membuat aktor merasa lebih aman.

"Bagi aku secara psikologis untuk aktor dan aktrisnya itu akan lebih berani masuk ke dalam sungai, karena mereka melihat sungainya jelas, nggak ketika kita syuting malam,"

"Sehingga ketika liat sungainya, terpikirnya hanya hal-hal teknikal saja. Tapi ketika menggerakkan kru ke sungai itu, kita jadi inget lagi beberapa hal yang nggak teknikal kan,"

"Beberapa hal yang nggak boleh dilanggar disitu secara tradisi, artinya bersinggungan dengan mistis. Ternyata repot sekali menjaga orang-orang seperti itu, misalnya badan tidak boleh sedang kotor, itu menjadi beban produksi bagi saya,"

"Karena begitu diceritakan sehari sebelum ke Watu Kandang, kita nggak boleh bicara kotor, nggak boleh buang sembarang ya. Itu lumayan membebani psikologis kru,"

"Bagi saya itu sih, syuting di tempat asli seperti Watu Kandang dengan cerita horor seperti ini, ternyata menguras energi yang lebih banyak untuk hal-hal yang justru sifatnya itu non teknikal," jelas Faozan Rizal.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Desa Pandean #sutradara #faozan rizal #sinden gaib #Jagat Alam Gaib #kecamatan dongko #sungai watu kandang