TRENGGALEK - Selain terkenal akan seratus desa wisatanya, Kabupaten Trenggalek belakangan viral akan kisah mistisnya.
Apalagi kemunculan official trailer film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib yang rilis pada 22 Februari 2024 mendatang.
Film itu diambil dari kisah nyata yang dialami Ayu, seorang wanita yang dirasuki sosok Mbah Sarinten.
Cerita itu bermula dari sebuah projek film dokumenter yang ingin mengabadikan khazanah budaya tak benda, tarian Turangga Yaksa di sungai Watu Kandang, Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Namun siapa sangka, insiden dari seseorang yang mengambil sebuah batu di sekitaran sungai Watu Kandang berbuah petaka.
Batu yang diambil konon rumah Mbah Sarinten, sosok tak kasat mata itu menjadi murka. Meneror kru hingga diyakini menjadi pemicu kesurupan massal puluhan pelajar.
Projek film dokumenter gagal akibat insiden kesurupan massal. Tak berhenti disitu saja karena sosok Sarinten ternyata masih mengikuti Ayu.
Selama proses pembuatan film Jagat Alam Gaib Sinden Gaib, kru sempat mengunjungi makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Mbah Sarinten.
“Pada malam hari bahwasannya ditemukan, diduga ditemukan adanya kuburan dari Mbah Sarinten itu sendiri,” ucap Genta, dikutip radartulungagung.jawapos.com dari YouTube @Bumi Nusantara pada Minggu (21/1/2024).
Genta sempat terkejut mendengar informasi tentang keberadaan makam Mbah Sarinten.
“Yang mana itu kabar yang cukup waw, ternyata memang sebeneran ini ya,” ungkapnya.
“Pada akhirnya, kru, termasuk saya memutuskan ziarah makam yang diduga Mbah Sarinten itu,” ujarnya.
Namun pasca ziarah, beberapa kru termasuk dirinya agak meragukan makam tersebut adalah makam Mbah Sarinten.
“Namun karena minimnya informasi yang kita dapat. Beberapa dari kami agak meragukan apakah benar kubur yang ditemukan ini adalah kubur dari Mbah Sarinten,” kata Genta.
Menurut Genta, memang ada kemiripan antara nama Mbah Sarinten dan makamnya.
Baca Juga: Alasan Kamu Harus Nonton Film Sinden Gaib, Berikut Fakta Uniknya
Namun hal itu belum cukup menguatkan bahwa makam itu adalah tempat Mbah Sarinten.
“Karena memang informasi yang tersaji pun cukup sedikit. Memang secara nama itu memang ada sedikit kemiripan,”
“Tetapi perkara benar atau tidaknya, niatan kita itu disini hanya permisi saja. Minta kelancaran agar kedepannya segalanya akan dimudahkan,” tutup Genta.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra