TRENGGALEK - Penambahan jalur sepeda pada awal 2024 ini ternyata belum merata. Pasalnya, saat ini baru ada satu jalur sepeda yang telah dibangun di kawasan pantai, yaitu di sekitar Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo.
Jalur sepeda baru tersebut memiliki panjang yang hanya berkisar 3 kilometer (km). Sedangkan, lebar jalur sepeda ini setara dengan jalur sepeda perkotaan, yaitu 1,2 meter (m) sebagaimana peraturan yang berlaku.
Kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi jalan di kawasan pantai yang belum memadai untuk ditambahkan jalur sepeda. Oleh karena itu, pembangunan jalur sepeda masih terfokus di perkotaan.
“Waktu kami survei tahun lalu jalannya masih belum sebagus sekarang,” ungkap Kasi Manajemen Rekayasa dan Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek, Hendra Sanggara.
Di sisi lain, penambahan jalur sepeda baru sepanjang 6,694 km di wilayah perkotaan ini membentang melalui beberapa titik, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat-Yos Sudarso, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Brigjen Soetran-Jalan Soekarno-Hatta, Jl Ronggowarsito-Jalan Hasyim Asyari, Jalan Chairil Anwar, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan KH Agus Salim, dan Jalan RA Kartini.
Sedangkan untuk penambahan jalur sepeda sepanjang 160 m masih belum dirampungkan.
Penambahan jalur sepeda tersebut memang masih fokus di kawasan perkotaan dengan maksud menghubungkan fasilitas umum (fasum) yang ada di daerah tersebut.
Selain Dishub menyampaikan komitmen mereka untuk terus menambah jalur sepeda, terutama di kawasan pariwisata.
“Rencana untuk tahun depan (2025, red) tetap akan ditambah,” paparnya.
Dengan penambahan jalur sepeda ini, Dishub berharap adanya peningkatan dalam pemanfaatan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan. Sehingga dapat mendorong gaya hidup sehat dan berkelanjutan di kalangan masyarakat.
“Tak lupa ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat bagi para pengendara sepeda,” tutupnya.***
Editor : Luqman Hakim