TRENGGALEK - Dalam gerilya tahun 1949 yang dilakukan oleh Ir. Jenderal Sudirman singgah ke beberapa tempat, salah satu rumah penduduk yang dihuni sementara tersebut bertempat di Desa Bodag, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.
Rumah tersebut dulunya merupakan tempat tinggal seorang guru mengaji yang akrab disapa Mbah Moch Ngabdi.
Sampai saat ini, kepemilikan. rumah yang disebut Pesanggrahan Jenderal Sudirman tersebut masih menjadi hak waris keluarga Mbah Moch Ngabdi.
Setelah melakukan persinggahan di rumah yang sudah ada sejak 1925 tersebut, Ir. Jenderal Sudirman melanjutkan perjalanan ke Pacitan.
Pesanggrahan Jenderal Sudirman masih dipertahankan bentuk bangunan aslinya meski beberapa kali dilakukan renovasi agar terlihat rapi dan tidak kumuh.
Meskipun struktur bangunan dan dipan yang dipakai Ir. Jenderal Sudirman masih asli, namun beberapa interior sudah banyak mengalami perubahan terutama lantai keramik dan dapur modern.
Berdasarkan penelusuran radartulungagung.jawapos.com, Juru Pelihara Bapak Sutikno mengaku sudah lebih dari lima tahun menjalankan tugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.
Bapak Sutikno sendiri merupakan buyut menantu dari keluarga Mbah Moch Ngabdi sejak tahun 2011 silam.
"Alasan rumah ini menjadi persinggahan ketika gerilya tidak ada yang tahu. Mungkin karena dekat dengan sungai dan masjid, karena Pak Sudirman dulunya juga seorang santri," tutur Bapak Sutikno pada tim radartulungagung.jawapos.com.
Pesanggrahan Jenderal Soedirman yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kabupaten Trenggalek tersebut kesehariannya rumah tersebut kosong dan sesekali dibersihkan.
Jika ada pengunjung bisa menghubungi kontak yang telah ditempel di depan pintu rumah Pesanggrahan Jenderal Soedirman.
Untuk berkunjung ke cagar budaya ini, wisatawan tidak perlu merogoh kocek begitu dalam karena gratis.
Dari arah Kabupaten Trenggalek, Pesanggrahan Jenderal Sudirman ditempuh dalam kurun waktu satu jam empat puluh lima menit dengan menaiki sepeda motor yang berjarak sekitar 57 km.
Meskipun terdapat aura mistis berdasarkan penuturan penduduk setempat, namun rumah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut menyimpan banyak memori dan saksi bisu perjuangan Ir. Jenderal Sudirman yang patut diluhurkan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra