KOTA, Radar Trenggalek- Dana perbaikan jalan tahun ini di Trenggalek hanya sekitar Rp 60 miliar. Jumlah itu dirasa minim. Sebab, banyak ruas jalan yang harus diperbaiki. Kondisi itu diperparah adanya wacana pengalokasian anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2024. Tak ayal, hal tersebut dimungkinkan bisa berdampak pada anggaran pemeliharaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).Karena itulah, pemkab berupaya meminta bantuan dana dari pemerintah pusat.
Alokasi anggaran itu terbilang minim, mengingat panjang total jalan kabupaten sekitar 933 kilometer. Artinya, anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan jalan sekitar Rp 64,3 juta tiap kilometernya.
”Memang anggaran untuk pengelolaan jalan sebesar itu belum cukup. Namun kami akan terus berusaha untuk memiliki infrastruktur yang berkualitas,” ungkap Kepala Dinas PUPR Trenggalek Ramelan.
Pemkab Trenggalek terus berupaya mendapatkan bantuan anggaran pembangunan jalan dari pemerintah pusat. Dalam proses tersebut diusulkan anggaran sekitar Rp 93 miliar.
Jumlah itu untuk perbaikan di tiga ruas jalan. Di antaranya, jalan Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan hingga Kecamatan Munjungan, jalan Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan hingga Kecamatan Gandusari, juga jalan Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, hingga Kecamatan Gandusari. Dari ketiga ruas jalan tersebut yang kini mendapatkan lampu hijau adalah ruas Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan hingga Kecamatan Munjungan.
Hal tersebut perlu dilakukan mengingat sejauh ini ruas jalan di wilayah Trenggalek yang rusak parah diperkirakan mencapai 30 persen, matau sekitar 270 kilometer. Kerusakan jalan tersebut terjadi secara sporadis di sejumlah kecamatan. Faktor yang memungkinkan bisa memicu kerusakan, yakni kondisi tanah labil. Kondisi itu membuat struktur aspal mudah retak dan mengelupas. Selain itu diperparah banyaknya kendaraan dengan tonase melebihi batas kekuatan jalan.
“Jalan di sini (Trenggalek, Red) itu rata dibangun untuk tonase maksimal delapan ton, tapi yang lewat bisa lebih dari 10 ton. Untuk itu berbagai upaya akan terus kami lakukan untuk memperbaiki jalan yang rusak dan memperbaiki kualitasnya,” tandasnya. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa