TRENGGALEK - Berbicara tentang destinasi wisata di Trenggalek seperti tidak ada habisnya. Mulai dari pantai, tebing, bukit, hutan kota, taman, hingga air terjun.
Selain kaya akan destinasi wisata pantainya yang terkenal, Trenggalek juga memiliki sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi salah satunya adalah Air Terjun Songgo Langit.
Air Terjun Songgo Langit sendiri disematkan karena tebingnya yang cukup tinggi seperti penopang (songgo) seolah menyentuh langit. Jadi nama tersebut memiliki arti penopang langit.
Destinasi wisata yang terletak di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek ini membuka harga tiket sebesar 5 ribu rupiah saja.
Suasana Air Terjun Songgo Langit yang masih asri dengan pepohonan di sisi kanan dan kiri membuat daya tarik tersendiri untuk pengunjung.
Tidak heran jika banyak keluarga yang menghabiskan waktu libur di destinasi wisata yang masih asri ini.
Air Terjun Songgo Langit terkenal memiliki empat tingkatan. Di setiap tingkatan terdapat kolam dengan ukuran yang berbeda.
Terbilang masih perawan, jika ingin menikmati keindahan Air Terjun Songgo Langit, wisatawan perlu berjalan kaki di jalan setapak terlebih dahulu untuk mencapai keindahan alam tersebut.
Siapkan tenaga dan pakai sepatu serta pakaian yang memungkinkan untuk bergerak bebas jika mengunjungi Air Terjun Songgo Langit.
Pengunjung tidak perlu cemas karena sepanjang jalan menuju Air Terjun sudah terpasang papan penunjuk jalan.
Rute yang harus ditempuh ke Air Terjun Songgo Langit membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Trenggalek dengan jarak kurang lebih 23 km.
Dari arah Trenggalek, wisatawan perlu berkendara hingga perempatan Kasrepan yang terdapat Patung Garuda Pancasila dan ambil arah menuju Desa Sukokidul.
Jangan malu bertanya kepada penduduk setempat untuk memudahkan mencari lokasi destinasi wisata ini.
Namun jika ingin menikmati Air Terjun Songgo Langit disarankan ketika musim hujan. Jika musim kemarau debit yang dialirkan cukup kecil.
Meskipun demikian, pengunjung diimbau tetap hati-hati jika menikmati keindahan Air Terjun Songgo Langit karena arus sungai cukup deras dan batu yang licin.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra