Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sukses Suparman, Rintis Usaha Tas Anyam RL Putra di Trenggalek, Produksi Ratusan Per hari hingga Tembus Pasar Luar Pulau

Tia Ozia • Kamis, 8 Februari 2024 | 03:47 WIB
Suparman, pengrajin tas menunjukkan tas tikar hasil produksinya
Suparman, pengrajin tas menunjukkan tas tikar hasil produksinya

TRENGGALEK - Suparman, pengusaha dari Trenggalek yang memproduksi tas anyam RL Putra. 

Tempat produksi yang berada di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek ini telah memulai usaha sejak tahun 2013.

Kisah sukses Suparman berawal dari istrinya yang diberikan tas berasal dari tikar oleh orang tuanya dari Lamongan yang kemudian dibawa ke pasar bahkan kondangan.

Dari sini banyak tetangga yang memuji tas tersebut dan ingin titip dibawakan jika ke Lamongan lagi.

Banyaknya minat, Suparman dan istri kemudian mendapat ide untuk membuat tas anyam sendiri.

Awalnya tidak banyak yang diproduksi, hanya mengandalkan satu mesin jahit dan satu penjahit.

Seiring usaha yang semakin berkembang, mulai banyak penjahit dan pengrajin serta membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga. Hingga saat ini sudah ada 10 penjahit yang memproduksi tas tikar.

Tidak hanya tas tikar, yang banyak diminati saat ini adalah tas anyam dari bahan embos, biasanya digunakan untuk acara selamatan dan hajatan.

RL Putra memproduksi tas anyam dengan berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan dan permintaan.

Ada juga tas jali-jali yang terbuat dari dari rotan sintetis dan menembus pasar luar pulau karena dibuat dengan bahan premium oleh pengrajin profesional.

Sedangkan produksi tas tikar masih berlangsung karena diminati ibu-ibu untuk belanja dan membawa barang ke acara hajatan.

Awalnya tas tikar diproduksi sebanyak 100 hingga 150 buah perbulan, sekarang sudah mencapai 100 buah per hari.

Sedangkan tas anyam, per orang bisa memproduksi 5 hingga 10 buah saja per hari. Tas jali-jali yang lebih ribet dan pengerjaannya lama sehari hanya bisa mengerjakan 25 buah dari beberapa pengrajin.

Suparman menuturkan, kendala yang dialami ketika awal usaha adalah pasar, karena di Trenggalek tas tikar belum menjadi barang umum yang dijual dipasaran.

Pada awal produksi, Suparman memasarkan beberapa tas tikar ke toko gerabah, sedangkan saat ini sudah tembus ke pasar luar pulau.

Selain di luar pulau, Suparman juga menjual produknya ke Jawa Tengah, dan Jawa Timur sendiri yang menjadi pasar RL Putra adalah Tulungagung, Blitar, Situbondo, Bondowoso, dan Madura.

Usaha yang digeluti Suparman bersama keluarga ini mengantarkan Suparman menjadi pengusaha yang tidak perlu bersusah payah menjadi karyawan orang lain.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tas anyam #pengrajin #RL Putra #suparman