TRENGGALEK - Watu kandang adalah salah satu sungai yang ada di Trenggalek. Yang mana sungai tersebut menyajikan pemandangan yang indah. Ada bebatuan besar yang ditambah suasana alam yang asri.
Namun siapa sangka daerah yang memiliki pemandangan yang indah dan asri tersebut menyimpan sebuah cerita horor yang pernah dialami oleh seorang perempuan bernama Ayu.
Menurut penuturan Ririn Setyo, ketua pengelola desa wisata Desa Pandean, "Watu Kandang adalah sebuah batu yang berbentuk atap rumah, ada suatu hal yang membuatnya luar biasa," ucapnya.
"Bahwasanya batu tersebut dulu oleh masyarakat pandean pada saat penjajah dipakai untuk menyembunyikan diri dari penjajah dan ketika semua orang masuk kedalam watu kandang itu penjajah jadi tidak melihatnya," dikutip pada Kamis (8/2/2024) dari tayangan YouTube Bumi Nusantara.
Kisah horor yang menimpa Ayu bermula ketika ia sedang melakukan syuting yang bertempat di Watu Kandang, namun ada seorang kru kameramen melanggar peraturan dan tata krama.
Kru tersebut dengan sengaja mengambil batu dan membawa pulang batu yang ia diambil dari watu kandang hal tersebut tentu membangkitkan amarah penunggu batu tersebut yakni hantu sinden gaib, Mbah Sarinten.
Dari kejadian tersebut Ayu yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa terkena imbasnya ia harus melakukan ritual untuk mengembalikan batu yang telah diambil oleh salah satu kru dan sampai saat ini tubuh Ayu harus berdampingan dengan etintas lain yakni hantu sinden gaib 'Mbah Sarinten' yang telah menganggap Ayu sebagai cucunya. Kisah ini akan diangkat menjadi sebuah film yang disutradarai oleh Faouzan Rizal.
Watu kandang tempat yang menyimpan keindahan alam tersebut malah menjadi tempat yang membuat ayu trauma.
"Watu kandang adalah salah satu tempat yang menurut saya membuat trauma dengar kata watu kandang saya langsung merasa deg-degan gitu" ungkap ayu dikutip pada kamis, (8/2/2024) di chanel youtube bumi nusantara
Ayu berharap saat ia menceritakan pengalaman horornya orang- orang dapat mengambil hikmah dari yang ia alami.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra