Trenggalek- Komposisi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek bakal berubah. Indikasinya, kendati pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek tentang hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 belum dilaksanakan, PDI Perjuangan mengklaim bakal menjadi jawara.
Itu terlihat berdasarkan data intern Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Trenggalek. Perolehan suara naik cukup signifikan. Bahkan dua daerah pemilihan (dapil) baru menjadi lumbung suara perolehan kursi DPRD terbanyak.
“Berdasarkan data sementara dari tim, lumbung suara kami terbanyak ada di dapil V yang meliputi Kecamatan Dongko dan Munjungan, serta Dapil VI yang meliputi Kecamatan Panggul dan Pule,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Moch. Nur Arifin.
Dia melanjutkan, untuk dapil V menyumbang empat kursi, sedangkan dapil VI memperoleh 3 kursi. Jika diakumulasi, perolehan kursi pada pemilu tahun ini diperkirakan mencapai 13 kursi. Capaian ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat. “Jadi berdasarkan data kami nanti akan ada peningkatan empat kursi, dari pemilu sebelumnya sembilan kursi,” katanya.
Sedangkan untuk enam perkiraan kursi sisanya, tersebar di empat dapil lain. Itu seperti Dapil I meliputi Kecamatan Tugu, Bendungan dan Trenggalek mendapatkan satu kursi; Dapil II meliputi Kecamatan Pogalan dan Durenan mendapatkan satu kursi. Dapil III meliputi Kecamatan Karangan, Gandusari dan Suruh mendapatkan dua kursi; serta Dapil IV meliputi Kecamatan Kampak dan Watulimo mendapatkan dua kursi.
Peningkatan jumlah kursi itu, juga tidak lepas dari efek adanya pecah Dapil yang ada di Trenggalek. Yakni sebelumnya empat dapil menjadi enam dapil. Dengan kebijakan tersebut, DPC PDI Perjuangan sangat senang dapil Kecamatan Pule digabung dengan Kecamatan Panggul. Sebab, aksesibilitas di dua kecamatan itu sama pentingnya dan menjadi konsen pemerintah kabupaten (pemkab). Terlebih, jika nanti akan ada tiga wakil rakyat dari PDI Perjuangan di dapil tersebut dinilai bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh kader dan simpatisan, serta kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi. Kenaikan perolehan kursi tersebut juga tidak lepas dari kerja sama seluruh saksi partai yang mengawal suara di setiap TPS.
”Dengan pengawalan saksi itu kami bisa mendapatkan data c1 dengan lengkap, dan bisa memperkirakan jumlah kursi seperti saat ini,” jelas pria yang juga masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek tersebut. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa