TRENGGALEK - Sungai Watu Kandang belakangan ini menarik perhatian publik sebagai lokasi utama untuk film horor terbaru berjudul “Sinden Gaib”.
Watu Kandang, yang terletak di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memiliki daya tarik tersendiri dengan keunikan alamnya.
Watu Kandang adalah sebuah taman batu di tepi sungai. Terdapat batu besar yang menyerupai atap rumah di Watu Kandang tidak hanya menjadi objek menarik bagi wisatawan, tetapi juga memiliki nilai sejarah.
Konon, dulunya batu tersebut digunakan sebagai tempat persembunyian oleh warga Desa Pandean pada masa penjajahan, sehingga orang yang bersembunyi di belakang batu tersebut tidak terlihat.
Selain batu besar tersebut, Watu Kandang juga dikelilingi oleh formasi batuan apung yang menakjubkan, serta beberapa ceruk goa alam dan hutan tropis yang lebat.
Pemandangan alam yang memukau ini menawarkan pengalaman wisata asri dan tidak akan terlupakan bagi pengunjungnya.
Tidak hanya keindahan alamnya, Watu Kandang memiliki Sungai Kanang yang mengalir di sekitar Desa Pandean.
Sungai ini dahulu pernah terkenal kumuh dan dipenuhi sampah, namun berkat inisiatif dari para kelompok sadar wisata (pokdarwis) bernama Dewi Arum Pulosari, sungai tersebut kini telah bersih dan menjadi bagian dari pesona alam Watu Kandang.
Prestasi Desa Pandean sebagai destinasi wisata tidak hanya diakui oleh masyarakat lokal, tetapi juga mendapat penghargaan tingkat nasional.
Pada tahun 2022, Desa Pandean meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, sebagai pengakuan atas upaya konservasi alam dan pengembangan potensi pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Dengan keindahan alamnya yang menakjubkan dan warisan sejarah yang kaya, Watu Kandang terus menjadi destinasi yang menarik bagi para wisatawan, baik untuk menikmati keindahan alam maupun untuk melakukan aktivitas seru, antara lain river tubing.
Pengunjung dapat menyusuri sungai dengan ban karet, untuk outbond, Watu Kandang menyediakan fasilitas outbondnya.
Kemudian river camp, Watu Kandang juga menyediakan tempat yang luas untuk mendirikan tenda. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas desa, atau bermain permainan tradisional.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra