Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Green Park Dipakai Mesum, Begini Reaksi Forum Anak Trenggalek

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 13 Maret 2024 | 17:05 WIB
Green Park Trenggalek dibangun untuk  anak-anak
Green Park Trenggalek dibangun untuk anak-anak

Trenggalek- Green Park di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek ternoda. Sebab, tempat bermain anak itu diduga kerap dipakai pacaran. Bahkan, terjadi tindak asusila di sana. Hal ini diungkapkan Forum Anak Trenggalek melalui acara musyawarah perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan (Musrena Keren) beberapa waktu lalu.

Perwakilan Forum Anak Trenggalek, Ahmad Fahrul Muna, mengatakan, Green Park sedang tidak baik-baik saja. Lokasi tersebut kini justru digunakan pasangan muda mudi untuk berpacaran. "Mengapa tidak aman? karena telah kami temui dan aduan dari layanan suara anak, tempat bermain anak tersebut disalahgunakan dengan adanya tindakan asusila," ujarnya.

Dia menyayangkan apabila taman bermain anak beralih fungsi menjadi tempat untuk melakukan tindakan asusila. Adapun tindakan yang dimaksud, yakni pacaran dan mengarah pada mesum. Ahmad juga menegaskan, secara fungsi taman anak tersebut merupakan tempat bermain riang gembira. "Mohon untuk ditindak lanjuti dan ada pengawasan untuk taman tersebut, agar tidak dibuat Tindakan tak senonoh," katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Inisiator Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Sepeda Keren), Novita Hardini menyampaikan pihaknya akan mengusulkan pengadaan CCTV. Perangkat elektronik itu dipasang di beberapa titik di kawasan Green Park. Tujuannya, mengawasi kawasan tersebut. Dia mengusulkan ke bupati supaya ruang publik seperti Green Park dapat diawasi dengan CCTV yang terintegrasi dengan pihak kepolisian atau instansi terkait lainnya.

Di sisi lain, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin secara tegas meminta maaf. Sebab, taman itu belum berfungsi ramah untuk anak dan malah dibuat tindakan yang tidak baik. "Jadi mohon maaf ruang publik belum ramah anak, memang ruang publik harus diaktivasi banyak kegiatan, kemudian penerangan," tandasnya. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#bupati #trenggalek #taman #mesum