Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ini Pesan Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin saat Safari Ramadan di Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu

Titin Ratna Rahayu • Jumat, 29 Maret 2024 | 16:05 WIB
ANTUSIAS: Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin saat safari Ramadhan di Desa Pucanganak, Kecamatan Besuki, Kamis (28/3).
ANTUSIAS: Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin saat safari Ramadhan di Desa Pucanganak, Kecamatan Besuki, Kamis (28/3).

TUGU, Radar Trenggalek- Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, Trenggalek, mendapat apresiasi dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Yakni terkait penyelesaian masalah kemiskinan di desa tersebut. Ini dilihat dari minimnya warga yang mengadu ke Posko Gertak, yang membuka layanan di halaman Masjid Ar Rohman, kemarin (28/3).

"Ini tadi tercatat ada 28 orang yang melapor, ya semua dibantu. Ini tandanya kepala desanya saleh, rakyatnya tertata semua," ucap Bupati Ipin, disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Bupati Ipin membandingkan besaran jumlah warga yang melapor turun drastis dibandingkan saat dirinya masih menjadi wakil bupati. Dulu, dana yang dikelola Baznas hanya sekitar Rp 160 juta. Kini dalam setahun ada sekitar Rp 8 miliar.

"Dana inilah yang kemudian dikembalikan lagi untuk perbaikan rumah ambruk, untuk pengobatan warga tidak mampu maupun yang belum ter-cover BPJS, untuk rumah singgah, dan sebagainya," jelas Mas Ipin, sapaan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Hasilnya, lanjut pria ramah itu, Trenggalek bisa menangani kemiskinan ekstrem. Dari 39 kota/kabupaten di Jawa Timur, ada sembilan daerah yang berhasil menangani kemiskinan ekstrem itu. Salah satunya Kabupaten Trenggalek.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga alam. "Apalagi urusan terkait masalah alam. Kalau kita tidak baik dengan alam, maka kita akan tertindas alam,” jlentrehnya.

“Misalnya, kita butuh air untuk sawah, ternak, bersih-bersih. Bayangkan jika hutan dibabati, sumber kering, sumur bawah tanah kosong. Terkena air hujan akhirnya longsor, tanah gerak," imbuhnya.

Safari Ramadan di Desa Pucanganak kemarin juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek Syah M. Natanegara. Kegiatan tersebut sekaligus safari pelayanan. Selain Posko Gertak, juga ada pelayanan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek.

Tercatat ada 140 warga yang mengurus dokumen kependudukan. Nur Aini salah satunya. Lelaki warga Dusun Klampisan, Kecamatan Pucanganak, ini memanfaatkan kesempatan pulang dari berlayar untuk mengurus KTP-el yang ada kesalahan penulisan nama karena tanpa spasi.

"Ya, ini memudahkan segalanya. Meringankan bagi warga Pucanganak, tidak perlu ke dispendukcapil di kota. Seperti saya juga pas pulang ini segera ngurus, sebelum nanti berlayar lagi, setahun baru pulang lagi," ungkapnya.

Selain itu, ada operasi pasar murah berupa beras 5 kilogram dan minyak 2 liter yang dibeli warga senilai Rp 52.500.

Camat Tugu Budianto menyampaikan tentang kondisi desa-desa di wilayahnya. Dari 15 desa, ada sembilan desa yang sudah menerapkan net zero carbon.

"Sudah 90 persen siap untuk lomba tingkat RT. Ada satu dua desa yang belum siap, tapi hampir semua sudah peduli terhadap lingkungan. Karena itu, Kecamatan Tugu siap menyambut program bupati ke depan. Siap untuk mengawal dan memajukan," tegas Budianto. (tin/c1/wen)

 

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#kecamatan tugu #Pemkab Trenggalek #bupati ipin #safari ramadan