Trenggalek- Mimpi masyrakat Bumi Menak Sopal untuk memiliki universitas negeri belum bisa terwujud. Pasalnya, hingga kemarin (16/4), rencana pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung di Trenggalek masih menggantung.
Hal tersebut cukup ironi, mengingat proses pembahasan hibah tanah yang diajukan untuk membangun universitas tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, telah dilakukan 2023 lalu. Dalam proses tersebut pengajuan hibah tanah yang dilakukan adalah seluas 40 hektar.
“Memang belum ada Keputusan, dan proses pembahasan hibah tanah itu akan kembali kami bahas tahun ini (2024, Red),” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto.
Sebab, lanjut Edy, ketika pembahasan tahun kemarin, pemkab mengajukan penundaan terkait hibah tanah. Proses yang dilakukan tidak akan cukup mengingat sudah dipenghujung akhir 2023. Itu dilakukan lantaran proses pembahasan memerlukan waktu. Pembak tidak serta merta menyetujui pengajuan yang dilakukan.
“Sebenarnya kami memiliki lahan yang luas, tapi untuk proses itu perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk site plan dan pemanfaatannya di masa depan,” katanya.
Karena itu, untuk fasilitasi pemkab masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Termasuk berapa luas lahan yang bisa dihibahkan. Dengan begitu, nantinya luasan lahan yang dihibahkan bisa saja tidak seperti pengajuan, yaitu seluas 40 hektar.
Pemkab belum bisa memastikan kapan pembahasan selesai. Jika pembahasan mengenai hibah tanah tersebut selesai pada 2024 ini, proses pembangunan kampus bisa dimulai tahun ini juga. Sebab hal tersebut tergantung dari kesiapan pihak kampus yang melakukan permohonan hibah. Sedangkan sesuai rencana awal, lokasi lahan yang diusulkan untuk pembangunan kampus UIN Satu berada di Desa Botoputih dan Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan.
“Kami sangat terbuka pada proses pembahasan ini, semoga saja bisa segera selesai di tahun ini,” tegas Edy. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa