Trenggalek– Eris Aprilia mengaku sangat terbantu setelah seharian kemarin mengikuti pelatihan Pemasaran Digital yang diselenggarakan Pemkab Trenggalek melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan (Komidag) dan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Surabaya, UPT dari Kementerian Kominfo.
“Sangat membantu, sangat memotivasi dan membuka mata kita untuk berbisnis. Jadi walaupun mahasiswa, jangan sampai saya diam, hanya jadi mahasiswa kupu – kupu. Datang ke kampus dan pulang begitu saja. Saya sedang merintis usaha jasa percetakan. Seperti membuat undangan dan lainnya,” ucap Eris.
Mahasiswa semester IV di STIT Sunan Giri Trenggalek ini merupakan satu di antara 100 peserta pelatihan ini. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek Edy Supriyanto. Pembukaan berlangsung di Gedung Bhawarasa Pendapa Kabupaten, sedangkan pelatihan berlangsung di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek.
Selain 100 orang yang mendapatkan pelatihan di sana, ada 50 pelaku usaha mikro lainnya yang juga mengikuti pelatihan serupa. Yakni berlangsung di Kecamatan Dongko. Peserta dibagi dalam kelas–kelas kecil. Mereka mendapatkan materi Digital Entrepreneurship Academia (DEA) dari instruktus, sekaligus praktik.
Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek Saniran S.Pd, MSi mengatakan, kegiatan kemarin merupakan upaya kolaborasi Pemkab Trenggalek dengan BPSDMP yang memberi tawaran kerjasama pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha mikro di Trenggalek. Ini sebagai upaya mendongkrak kapasitas literasi digital bagi warga Trenggalek yang punya support besar menumbuhkan ekonomi.
“Tujuannya dengan menguasai pemasaran online, jangkauan pasar bisa lebih luas, pengeluaran pembiayaan lebih efisien. Berikutnya peningkatan skala usaha semakin berkembang, tentunya dengan tidak mengesampingkan pemasaran offline,” katanya.
“Keduanya ada sisi plus minusnya. Pemasaran offline masih sangat dibutuhkan, karena masih ada generasi yang tidak mampu lagi belanja secara online. Begitu juga tidak semua produk UMKM bisa dipasarkan secara online,” imbuhnya.
Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya, UPT dari Kementerian Kominfo Bagus Winarko S.Kom, MT menyampaikan, pelatihan Digital Entrepreneurship Academy menyasar para pelaku UMKM atau wirausaha muda. Para entrepreneur muda ini diajari ilmu digital marketing dengan tambahan ilmu kecerdasasan buatan atau Artificial Intelegence (AI).
“AI bisa masuk ke dalam digital marketing. Contohnya memperkirakan kira-kira produk apa yang cocok, copy writing apa yang cocok. Tambahan materi AI ini masukan dari teman–teman instruktur yang sudah mereka gunakan di produk mereka. Jadi para instruktur ini sekaligus praktisi, mereka punya toko online, punya pengalaman lapangan. Ternyata AI membantu mereka dalam memasarkan produknya,” jelas Bagus.
Agus menegaskan, inti dari pelatihan adalah mengajarkan digital marketing kepada peserta. Bagaimana memjual produk di market place, tentang bagaimana tekniknya. Lalu media sosial apa yang tepat sesuai segmen pembeli. “Harganya berapa, bagaimana membuat copy writing yang cocok supaya saat orang mencari produk di Google, produk kita ada di urutan pertama. Ini yang kita harapkan,” ujar Bagus.
Program pelatihan ini, lanjut Bagus cocok dengan implementasi dari program yang dijalankan Pemkab Trenggalek. Yakni UMKM naik kelas. “Kami mendapatkan info dari dinas koperasi tentang program UMKM naik kelas, ini cocok dengan program kami. Selain respon yang cukup baik dari pemda, baik dari Bapak Bupati hingga ke bawah. Makanya program bisa dilaksanakan sangat lancar,” tandas Bagus. (tin/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa