Trenggalek- Masyarakat Bumi Menak Sopal harus bersenang hati karena harga bahan pokok masih stabil. Padahal, beberapa waktu lalu (18/4, Red) terjadi banjir yang membuat beberapa lahan pertanian harus terdampak.
Seperti diketahui, sekitar 71 hektare lahan pertanian harus terkena dampak dari banjir di Trenggalek. Akibatnya sekitar 16 hektare lahan di antaranya mengalami gagal panen.
Meskipun demikian, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek mengeklaim bahwa kini tidak ada kenaikan signifikan harga beras dari dampak banjir tersebut. "Harga beras masih stabil, tidak terpengaruh oleh banjir," ujar kepala siskomidag, Saniran, Senin (29/4).
Kini, lanjjut dia, harga beras medium dijual sekitar Rp 10.900 per kilogram. Harga itu terpantau lebih murah sekitar Rp 4.100 dibandingkan pada Februari lalu. Yakni mencapai Rp 15 per kilogram. Selain masih stabil, pasokan beras di Trenggalek masih melimpah. "Per April 2024, stok beras masih 8.130 ton. Jadi masih melimpah," katanya.
Harga barang lainnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. "Tidak ada tren naik, hanya fluktuatif yang masih wajar seperti pada bawang merah, bawang putih, dan cabai," paparnya.
Menurut dia, naik turunnya harga bukan karena faktor kelangkaan, melainkan distribusi. Kadang distribusi lambat, sedangkan permintaan naik seperti saat musim hajatan.
Ruliya Sari, salah seorang ibu rumah tangga, berharap harga beras terus stabil. Sebab, itu merupakan bahan pangan utama. Masyarakat butuh beras untuk makan setiap hari. “Jika diganti dengan bahan sejenis, misalnya jagung ataupun roti, dirasa kurang mantap,” ungkapnya.(kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa