Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BPS Trenggalek Hitung Biaya Hidup Masyarakat, Hasilnya Mengejutkan

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 4 Mei 2024 | 16:05 WIB

 

 

SENYUM: Salah seorang pedagang menunggu pembeli datang. Biaya hidup setiap orang bisa saja berbeda.
SENYUM: Salah seorang pedagang menunggu pembeli datang. Biaya hidup setiap orang bisa saja berbeda.

Trenggalek- Biaya hidup masyarakt di Bumi Menak Sopal ternyata cukup menarik. Sebab, tak sampai melebihi Rp 2 juta. Hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Trenggalek per bulan pada 2023 sekitaar Rp 955.199. Angka ini mencakup pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan.

Kepala BPS Trenggalek, Emil Wahyudiono mengatakan, pengeluaran per kapita merupakan biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga dalam sebulan. Itu termasuk pembelian, pemberian, atau produksi sendiri yang kemudian dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga. Pengeluaran per kapita untuk bukan makanan pada 2023 mencapai Rp 455.796, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada dikisaran Rp 400.113 pada tahun 2022.

“Sementara itu, pengeluaran per kapita untuk bahan makanan sebesar Rp 499.323, dengan persentase pengeluaran untuk makanan mencapai 52,28 persen. Sedangkan untuk bukan makanan sebesar 47,72 persen,” papar Emil.

Dalam kategori pengeluaran bahan makanan, masyarakat Trenggalek menempati peringkat pertama dalam pengeluaran yang dialokasikan untuk membeli padi-padian, dengan jumlah sebesar Rp 75.811. Adapun pengeluaran terendah tercatat pada pembelian rokok, sebesar Rp 49.992. “Sementara pengeluaran terbesar bukan makanan diperuntukkan perumahan dan fasilitas rumah tangga sekitar Rp175.185,” ujar pria ramah itu.

Kondisi tersebut menunjukkan, lanjut Emil, meskipun besaran UMK Trenggalek berada pada kisaran Rp 2 juta, masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan relatif nyaman dan layak.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa distribusi pengeluaran dapat bervariasi di antara individu dan rumah tangga, tergantung pada faktor-faktor seperti pendapatan, jumlah keluarga, dan preferensi konsumsi.

Keterangan BPS ini memberikan gambaran yang penting bagi kebijakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek.  Dengan mengetahui pola pengeluaran masyarakat, pemerintah setempat dapat merancang program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di daerah tersebut. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#trenggalek #biaya #duit