Trenggalek- Pemkab Trenggalek punya cara sendiri menyikapi Hari Buruh Internasional beberapa hari lalu. Yakni dengan menggelar berbagai sarasehan dan bakti sosial (baksos) untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada para pekerja. Dalam pertemuan tersebut, para buruh berharap pemerintah dan perusahaan pemberi kerja memperhatikan nasib mereka. Terutama dalam hal penerapan upah minimum kabupaten (UMK).
Sukaji, salah seorang karyawan pabrik rokok mengaku, peringatan Hari Buruh kurang bermakna bagi mereka jika nasib karyawan tidak diperhatikan secara serius. Dia menekankan, UMK Trenggalek harus ditingkatkan. Sebab, upah yang diterima saat ini tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau peringatan (Hari Buruh, Red) seperti kurang mengena. Akan lebih bagus buruh ini diperhatikan pemerintah, meningkatkan maksimal UMK Trenggalek, karena kini tidak bisa mencukupi buruh,” ungkapnya.
Meskipun sudah menerima upah sesuai UMK, dia tetap berharap ada tunjangan tambahan. Ini agar dapat membantu pemasukan ekonomi. Meskipun ada dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diberikan oleh pemerintah, Sukaji merasa itu terlalu sedikit. Dia berharap ada tambahan bantuan seperti bantuan langsung tunai (BLT) yang dapat diterima setiap bulan.
“Selain BLT DBHCHT, kami tidak mendapatkan tunjangan lain. Maka dari itu, kami berharap BLT DBHCHT bisa diberikan selama satu tahun,” ujar Sukaji.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Edy Soepriyanto mengatakan, perusahaan harus melindungi karyawannya. Yakni, mendaftarkan karyawan ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ini untuk mendapatkan jaminan sosial yang layak.
Edy melanjutkan, meskipun kesadaran karyawan telah meningkat, perusahaan yang memberikan jaminan tersebut masih belum sepenuhnya dominan. “Sesuai data memang belum semua, tapi mayoritas buruh sudah mendapatkan jaminan kesehatan dan sosial,” terangnya.
Pernyataan dari para buruh dan Sekda Trenggalek menggambarkan pentingnya upaya bersama antara pemerintah, perusahaan, dan buruh dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan berkeadilan. Dalam suasana yang damai dan kolaboratif, mereka berusaha untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para buruh dan menciptakan iklim kerja yang lebih baik di Trenggalek.
Sebagai bagian dari komunitas yang peduli terhadap nasib buruh, masyarakat juga diharapkan turut mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Dengan kerja sama yang solid antara semua pihak terkait, diharapkan akan tercipta perubahan positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Trenggalek. (kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa