Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Inspiratif Suharto, Rela Melepas PNS Demi Mengemban Tugas sebagai Kades Panggul

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 8 Mei 2024 | 19:56 WIB
Kades Panggul, Kabupaten Trenggalek Suharto saat mengunjungi situs bersejarah, makam Panjinawangkung di Desa/Kecamatan Panggul.
Kades Panggul, Kabupaten Trenggalek Suharto saat mengunjungi situs bersejarah, makam Panjinawangkung di Desa/Kecamatan Panggul.

TRENGGALEK - Periodesasi jabatan Suharto sebagai Kepala Desa (Kades) Panggul, Kabupaten Trenggalek, sudah memasuki periode terakhir.

Selama menjabat kades sejak Mei 2007, Suharto memiliki pengalaman menarik, utamanya saat ia berani memilih pensiun dini dari PNS demi mengemban tugas sebagai kades.

Cerita itu bermula sekitar 1987 lalu, Suharto masih menjadi guru BK di salah satu lembaga negeri di Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Tahun-tahun itu sudah ada angkutan umum, namun ia memilih melaju rute Panggul-Watulimo naik sepeda motor.

Suharto ingat, kendaraan yang dipakainya saat itu adalah motor GL keluaran 1980-an. Tiap hari, ia PP Panggul-Watulimo dengan medan terjal dan hutan lebat.

Agar bisa sampai di sekolah tepat waktu, Suharto harus berangkat petang, bahkan sebelum matahari terbit.

"Setelah salat Subuh itu sudah harus berangkat mengajar," tutur Suharto, saat ditemui Radar Tulungagung pada Senin, (6/5/2024) siang.

Selama tiga tahun Suharto mengajar di Watulimo, PP tiap hari. Namun pada 1990, ia pindah tugas ke SMPN 1 Panggul. Perpindahan ini lebih memudahkan Suharto, karena ia tak perlu jauh-jauh untuk menuju ke sekolah.

Sekitar 17 tahun Suharto mengajar di SMPN 1 Panggul. Lama waktu itu, ia telah banyak membimbing siswa-siswi hingga lulus sekolah.

Hingga pada 2007, Suharto menjabat kades untuk pertama kalinya. Jabatan ini bukan semata-mata inisiatif dari dirinya.

Pria yang kini sudah menimang cucu itu mengakui, satu-satunya alasan yang mendorong dirinya mau menjabat kades adalah karena masyarakat.

"Awalnya tidak berniat menjadi kades, tapi karena mendapat dorongan dari masyarakat," ungkapnya.

Citra Suharto di mata masyarakat ini terbentuk dengan sendirinya. Apalagi ia sering menginisiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat sebelum ia menjabat sebagai seorang kades.

"Lomba voli saya inisiasi sebelum saya menjadi kades sampai kini," ujarnya.

Selain itu, Suharto juga anak dari salah satu tokoh masyarakat di Desa Panggul. Kepingan demi kepingan citra dari Suharto inilah yang membuat masyarakat percaya bahwa Suharto layak menjadi pemimpin Desa Panggul.

Proses Suharto menjabat kades tetap menuai sekelumit rintangan. Sebagaimana diketahui, Suharto merupakan seorang PNS.

"Dulu karena aturan, awalnya saya meminta ke istri agar dia macung kades. Namun seiring aturan yang berkembang, saya bisa mendaftar pilkades," jelasnya.

Hingga pada 2009, Suharto memutuskan pensiun dini dari PNS. Selama lima tahun kepemimpinan, Suharto menjadi lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Pada 2009, saya memilih pensiun dini dari PNS (demi kelancaran jabatan kades secara aturan, Red)," ungkapnya.

Sejak pertama kali menjabat kades pada 2007 hingga sekarang, Suharto menyakini bahwa sebagian besar visi dan misinya telah terealisasi.

Salah satu misinya adalah pemerataan infrastruktur untuk kemajuan desa. Suharto mengatakan, ada salah satu infrastruktur vital di Desa Panggul. Infrastruktur itu adalah jembatan.

"Bukan hanya jembatan penghubung RT, tapi menghubungkan empat desa. Dulu jembatan itu sering hanyut tersapu banjir karena dari rakitan, tapi kini InsyaAllah aman," ujarnya.

Selain jembatan, Suharto kini tengah merintis infrastruktur multiyears, Water Boom. Program ini merupakan upaya desa membentuk desa wisata.

Dan, destinasi wisata Water Boom ini ke depan akan dikelola Bumdes untuk menambah pendapatan asli desa (PADes) Panggul.

"Saat ini belum operasional, karena tahun ini masih melengkapi sarpras. Kami rencanakan dibuka untuk umum pada tahun depan," tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kades panggul