Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Buku Nasional, Begini Upaya Disippus Trenggalek Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 17 Mei 2024 | 16:05 WIB
ANTUSIAS: Sejumlah pengunjung perpustakaan membaca buku sambil duduk di kursi.
ANTUSIAS: Sejumlah pengunjung perpustakaan membaca buku sambil duduk di kursi.

Trenggalek- Hari ini, 17 Mei, menjadi salah satu momen bersejarah di dunia literasi. Sebab, hari ini adalah Hari Buku Nasional. Yang digagas oleh Menteri Pendidikan Abdul Malik Fajar di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia. Momen tersebut juga bersamaan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.

Nah, terkait peningkatan minat baca dan literasi di Bumi Menak Sopal, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek tak tinggal diam. Buktinya, instansi yang dinakhodai Catur Budi Prasetyo itu terus berupaya agar masyarakat gemar membaca. Salah satu cara yang diterapkan yakni dengan memperhatikan minat masyarakat. Segmentasi pembaca perlu dilakukan supaya masyarakat lebih tertarik untuk membaca buku.

"Kita harus lihat kesukaan masyarakat. Misalnya kalau untuk anak-anak PAUD dan SD, kita berikan buku-buku dongeng," ujar Kepala Disippus Trenggalek, Catur Budi Prasetyo, kemarin (16/5).

Catur mengatakan, berbeda lagi saat usia remaja atau masih pelajar SMP. Kala itu ada kecenderungan suka membaca novel. Kemudian untuk siswa di tingkat SMA, lebih sering membaca buku pelajaran. "Kalau SMA bisanya ke sini (perpustakaan, Red) untuk membaca ataupun meminjam buku pelajaran yang belum ada di sekolahnya," jelasnya.

Selain tema buku, tampilan buku juga perlu diperhatikan. Pasalnya, anak-anak tingkat SD lebih menyukai buku cerita bergambar ataupun tiga dimensi. Kemudian untuk siswa di tingkat SMA, mereka mulai sering mengakses buku-buku digital. "Kalau anak-anak lebih suka pakai video. Soalnya kalau pakai buku digital, mereka kesulitan untuk mengakses fitur-fiturnya," terang pria ramah itu.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca, lanjut Catur, adalah dengan mempraktikkan hasil bacaan. Pasalnya, tujuan membaca buku adalah untuk mendapatkan pengetahuan kemudian menerapkannya. Selain itu, Disippus Trenggalek juga jemput bola untuk memudahkan masyarakat membaca buku. "Jadi, kami juga menerapkan perpustakaan keliling untuk memfasilitasi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek, minat baca masyarakat terus meningkat. Itu juga bisa dilihat dari jumlah pengunjung perpustakaan. Pada 2022 mencapai 21.128 pengunjung, sedangkan pada 2023 menembus 27.074 pengunjung.

Rahmad Abdullah, salah seorang siswa SMA di Trenggalek, mengaku bahwa membaca penting dilakukan. Tak sekadar mendapat ilmu atau pengetahuan, tapi membaca buku juga menciptakan ketenangan. "Kalau bagi saya, membaca buku itu asyik. Sebab, buku adalah gudang ilmu, kendala dunia," ungkap pria yang suka novel romantis itu.

Hal serupa diungkapkan Trisna Puspita. Mahasiswa salah satu kampus itu mengaku butuh suasana tenang saat membaca. Karena itulah, dia kerap memilih membaca di dalam kamar. "Biar bisa menghayati apa yang dibaca," ujarnya. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#trenggalek #Baca #buku