TRENGGALEK - Di balik lokasi penyambutan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia dan Council of Asian Liberal and Democrat (CALD), ternyata Tebing Kepuh Trenggalek menyimpan sederet fakta unik.
Tebing Kepuh ini terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Jika Anda dari Alun-Alun Trenggalek, Anda cukup menempuh jarak sekitar 7,6 kilometer. Jarak itu membutuhkan waktu relatif singkat, sekitar 13 menit jika naik sepeda motor.
Tebing Kepuh Trenggalek dipilih sebagai tempat gala dinner penyambutan APKASI dan Delegasi CALD, karena menyimpan makna tersembunyi.
Faktanya, Tebing Kepuh Trenggalek dulunya adalah saksi bisu eksploitasi tambang andesit.
Praktik eksploitasi alam itu sempat menimbulkan pro dan kontra.
Namun seiring waktu, warga sadar bahwa eksploitasi itu menyebabkan keseimbangan menjadi terganggu.
Tak ayal, lokasi bekas tambang (Tebing Kepuh) kini menjadi salah satu destinasi wisata di Trenggalek, Agroforestri Tebing Kepuh Sukorejo.
"Kami ingin menunjukkan semangat bahwa aktivitas tambang yang merusak alam bisa dilakukan konservasi dan menyulap menjadi lokasi wisata untuk menyalurkan kreativitas," ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Jumat (7/6/2024).
Lebih lanjut, Bupati Trenggalek mengakui bahwa Tebing Kepuh Trenggalek sengaja dipilih menjadi tempat penyambutan APKASI.
"Semangat HUT APKASI ke-24 adalah menyatu dengan alam," ucapnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra