TRENGGALEK - Jalur Lintas Selatan (JLS) antara Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung memang sudah terhubung.
Namun JLS yang menghubungkan Kecamatan Watulimo dengan Kecamatan Panggul dan Munjungan, ini masih belum.
Menyinggung itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan bahwa JLS penghubung Watulimo dengan Panggul, maupun Kecamatan Munjungan masih berprogres.
Saat ini, kata dia, proses pembebasan hutan sudah selesai. Artinya, tahun depan progres pembangunan JLS penghubung Watulimo, Panggul dan Munjungan akan lebih konkret.
"Pembebasan hutan sudah diberesi, sehingga tahun depan sudah bisa dibangun," tegas Bupati Arifin di malam HUT APKASI ke-24, Sabtu (8/7/2024).
Sementara, progres di tingkat daerah, Pemkab Trenggalek sedang menyiapkan anggaran untuk pembebasan kawasan permukiman.
Rencananya, kawasan permukiman yang masuk penetapan lokasi (penlok) itu mulai dari Kecamatan Watulimo, Munjungan, termasuk Panggul.
Panjang JLS yang menghubungkan tiga kecamatan itu sekitar 30 kilometer.
Sedangkan estimasi anggaran untuk pembebasan kawasan permukiman mencapai Rp 180 hingga 200 Miliar.
"Penloknya di akhir tahun ini, sehingga di akhir tahun ini bisa mulai dilakukan pembayaran," ucapnya.
Senada dengan itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menilai bahwa di antara JLS Pacitan hingga Banyuwangi, titik JLS yang krusial termasuk di Kabupaten Trenggalek.
“Trenggalek masih menyisakan satu Trase yang memang harus kita selesaikan,” ungkapnya.
Namun begitu, menurut Adhy, kebutuhan anggaran untuk merealisasikan JLS Trenggalek cukup besar.
“Kebutuhannya memang besar Rp 200 miliar. Itu berat sekali, maka kita bersama-sama (Pemkab Trenggalek dan Pemprov Jatim, Red),”
“Namun ketika ini sudah nyambung, maka pasti perkembangan ekonomi semakin kuat,” cetusnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra