Trenggalek– Penanganan kebakaran di Bumi Menak Sopal terancam tak maksimal. Pasalnya, armada pemadam kebakaran (damkar) minim. Kini hanya tersedia tiga mobil pompa. Jumlah itu digunakan untuk seluruh wilayah Trenggalek.
Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Burhannudin, mengatakan, jumlah armada yang tersedia jauh dari ideal. Sebab, tiga mobil pompa untuk meng-cover seluruh kecamatan. Idealnya, setiap kecamatan memiliki sendiri. Artinya, ada 14 armada mobil pompa. "Kami memiliki dua unit mobil pompa dengan kapasitas 3.000 dan 4.000 liter, serta satu unit mobil water supply berkapasitas 5.000 liter di Mako. Di Pos WMK Watulimo, terdapat satu unit mobil pompa dengan kapasitas 4.000 liter," ujarnya.
Bagi Burhannudin, kebutuhan armada damkar tergolong mendesak. Sebab, response time atau waktu tanggap saat terjadi kebakaran penting. Standar yang ditetapkan yakni maksimal 15 menit pasca laporan masuk. Karena itulah, dengan kurangnya armada itu, sulit mencapai tempat kejadian dengan cepat. Utamanya di wilayah pegunungan.
"Response time harusnya tidak lebih dari 15 menit, namun dengan armada yang dimiliki cukup sulit untuk menjangkau di seluruh kecamatan," jelasnya.
Kini, dari 14 kecamatan di Trenggalek hanya dua kecamatan yang memiliki armada pemadam kebakaran. yakni Kecamatan Trenggalek dan Watulimo. 12 kecamatan lainnya belum memiliki. Dengan kondisi itu, personel damkar harus berjuang lebih keras. Memaksimalkan potensi yang ada, menjangkau lokasi kebakaran. "Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk menambah armada pemadam kebakaran di Trenggalek," katanya.
Pemkab Trenggalek diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kekurangan ini. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif kepada masyarakat dalam menangani kebakaran di Bumi Menak Sopal. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa