Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nelayan di Kecamatan Watulimo Menjerit, Ini Penyebabnya

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 13 Juli 2024 | 02:10 WIB
PULANG: Sejumlah nelayan menurunkan ikan hasiltangkapan dari perahu
PULANG: Sejumlah nelayan menurunkan ikan hasiltangkapan dari perahu

Trenggalek- Mayoritas nelayan di Kecamatan Watulimo menjerit. Pasalnya, harga ikan kini seperti “sampah” (tidak ada artinya) alias anjlok. Padahal sekarang tangkapan nelayan cukup melimpah. Kondisi itu membuat nelayan terancam merugi.   

Juri, salah seorang nelayan di Kecamatan Watulimo mengaku, kini harga ikan hasil tangkapan nelayan anjlok. Yakni hanya dihargai antara Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram. Akibatya, nelayan terancam merugi. Sebab tak bisa menutup modal yang digunakan untuk melaut. "Kalau musim seperti ini ya banyak (hasil tangkapan, Red). Masalahnya hanya di harga. Padahal biasanya bisa Rp 10 ribu per kilogram," ungkapnya.

Hal serupa dikeluhkan Asmadi, nelayan lain. Anjloknya harga ikan sudah terjadi beberapa hari terakhir. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Sejumlah nelayan menduka lantaran jumlah permintaan yang menurun.

Pria ramah itu mengaku bahwa sebenarnya turunnya harga ikan laut sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Penurunan tidak langsung drastis, tetapi secara perlahan. "Misalnya, ikan salem itu kemarin yang 1 kilogram isi empat, harganya cuma Rp 2 ribu-Rp 5 ribu. Ikan tongkol yang 1 kilogram isi satu harganya Rp 5 ribu. Padahal biasanya di tahun-tahun sebelumnya, harga ikan itu paling murah ya Rp 8 ribu," katanya.

Para nelayan berharap ke depannya pemerintah dapat memberikan kebijakan yang berpihak pada nelayan. Dengan begitu, anjloknya harga ikan laut dapat segera diatasi. "Biar nelayan bisa bangkit, paling tidak bisa bertahan," ujarnya.

Seperti diketahui, ikan laut merupakan salah satu komoditas unggulan Trenggalek. Kondisi geografis Bumi Menak Sopal yang berdekatan dengan laut menjadi keuntungan tersendiri. Masyarakat di sejumlah kecamatan bekerja sebagai nelayan. Hampir setiap hari mereka mencari ikan di laut. Seperti di Kecamatan Watulimo. Di sana, bahkan telah dibangun Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). Ini yang menjadi tempat pelelangan ikan laut hasil tangkapan nelayan. Tentu saja hasil tangkapan ikan laut dari nelayan dapat menjadi potensi ekonomi bagi Trenggalek. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#trenggalek #ikan #nelayan #harga