Trenggalek- Jamaah haji Bumi Menak Sopal tiba di Pendapa Manggala Praja Nugraha, kemarin (19/7). Namun, jumlahnya tidak lengkap. Yakni hanya 526 jamaah. Empat jamaah lain tidak kembali ke kampung halaman, lantaran meninggal di Tanah Suci.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Islam (Kankemenag) Trenggalek Agus Prayitno mengatakan, empat jamaah haji Trenggalek yang meninggal, telah dimakamkan di Tanah Suci.
“Syukurlah tahun ini tidak ada jamaah yang tertinggal karena suatu hal seperti masalah kesehatan. Namun ada empat yang meninggal. Mungkin itu karena mereka kecapean ketika menjalankan ibadah. Apalagi harus menghadapi suhu sekitar 40 derajat celcius,“ ujarnya.
Kepulangan jamaah haji ini memang sudah ditunggu. Itu terlihat dari banyaknya keluarga ataupun saudara dari jamaah yang datang menjemput. Kankemenag memberikan kebijakan hanya satu mobil keluarga yang diizinkan masuk ke pendopo untuk menjemput jemaah haji. “Jamaah haji semuanya telah tiba, dan mereka mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 00.00 dan pukul 01.50 tadi (dini hari kemarin, Red),” katanya.
Pantauan di lokasi, tangis haru mewarnai kedatangan para jamaah. Mereka tiba menggunakan bus yang telah disediakan. Air mata yang keluar tidak bisa terbendung lagi, mengingat lebih dari satu bulan mereka terpisah dari keluarga di Tanah Air. Apalagi kebanyakan jamaah asal Trenggalek merupakan lansia, sehingga kekhawatiran pasti menyelimuti para anggota keluarga.
"Kami merasa bersyukur, karena ibadah yang dilakukan di sana (Arab Saudi, Red) berjalan lancar tanpa halangan hingga kepulangannya," ungkap salah seorang jamaah haji, Fajarudin.
Dia menceritakan, selama beribadah di Tanah Suci, para jamaah saling tolong menolong. Sebab, ibadah haji membutuhkan fisik yang sehat. Jamaah haji asal Trenggalek didominasi yang terbilang sudah lansia, dan mereka banyak yang mengalami kecapean hingga tersesat. Dari situlah jemaah lain membantu dalam melaksanakan ibadah maupun menuntun agar tidak tersesat.
“Makanya kalau bisa kami sarankan bagi yang merasa mampu sejak muda sudah daftar, agar fisik lebih siap dan dapat menjalankan ibadah haji secara mandiri tanpa diwakilkan badal. Seperti saya yang kerap berkonsultasi dengan petugas kesehatan setelah menyelesaikan ibadah tertentu,” katanya. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa