Trenggalek– Seperti tahun sebelumnya, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek menggelar rapat paripurna. Uniknya, paripurna kali ini bukan untuk memutuskan atau mengesahkan aturan, melainkan mendengarkan pidato kenegaraan presiden. Kagiatan itu berlangsung Jumat (16/8) di gedung dewan.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, rapat paripurna kali ini tidak untuk mengesahkan aturan, tapi untuk mendengarkan pidato kenegaraan yakni dari Presiden RI Joko Widodo. Karena itulah, tidak perlu absensi daftar hadir. Dalam pidato kenegaraan kali ini, Presiden Jokowi banyak menyampaikan capaian kinerja kepemimpinannya selama dua periode. Mulai pembangunan hingga perkara hukum dijelaskan secara singkat.
"Pidato presiden terakhir masa jabatan menyampaikan capaian kinerja pemerintahan dari proses penegakan hukum, hasil kinerja Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK)," papar Doding.
Sebenarnya, politikus asal PDI Perjuangan tersebut mengaku menunggu Presiden Joko Widodo membahas Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hingga kini masih memiliki pandangan pro-kontra. Namun, saat itu yang dibahas adalah capaian yang telah dilakukannya selama ini. "Sayang ndak disampaikan masalah IKN, saya menunggu masalah IKN, tapi bagus pidato presiden," ungkap Doding.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang ikut dalam rapat paripurna itu coba mengimplementasikan pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Dalam pidato tersebut, ada beberapa pesan yang bisa ditarik ke daerah. Seperti hilirisasi tanaman, mulai dari proses pembibitan hingga potensi penjualan, agar bisa meningkatkan sektor pertanian bahkan lebih stabil.
"Kalau pemerintah pusat lebih ke arah komoditas yang ada di perut bumi, nah, kita maksimalkan dulu tanaman kita. Coba dilakukan hilirisasi di sektor pertanian," jelas Mas Ipin, sapaan Bupati Mochamad Nur Arifin. (jaz/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa