Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Usai Naik Banana Boat, Istri Pingsan, Suami Meninggal, di Pantai Mutiara Trenggalek

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 19 Agustus 2024 | 15:28 WIB

Ilustrasi banana boat
Ilustrasi banana boat

Trenggalek- Seorang wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo meninggal dunia saat berwisata ke Pantai Mutiara Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo.Wisatawan itu diketahui meninggal dunia selepas bermain wahana wisata air banana boat pada Minggu (18/8).

Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolairud Trenggalek, Aipda Joko Suwito. “Benar, ada wisatawan meninggal dunia saat berwisata ke Pantai Mutiara,” ungkapnya.

Diketahui korban adalah Martono, 61, yang merupakan warga Desa Banjarbendo Kecamatan Sidoarjo. Wisatawan itu meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Watulimo untuk mendapatkan pertolongan medis. “Meninggal saat mendapatkan pertolongan medis di puskesmas,” imbuhnya.

Insiden tersebut bermula saat Martono pergi berwisata ke Pantai Mutiara, bersama istrinya Kustatik Wuryandari, 57. Mereka berangkat ke pantai yang terletak bersebelahan dengan Pantai Karanggongso tersebut bersama dengan rombongan menggunakan kendaraan bus.

Sebagaimana orang yang sedang berwisata, mereka lantas menikmati suguhan dari destinasi di Bumi Menak Sopal. “Setiba di Pantai Mutiara, mereka menikmati wisata banana boat,” ujarnya.

Korban kemudian bersama dengan istrinya naik banana boat bersama beberapa orang lainnya. Saat itu mereka memutuskan untuk mengikuti atraksi digulingkan dari banana boat setelah mendapatkan penawaran dari operator wahana.

Atraksi itu memang menjadi pilihan bagi wisatawan yang menghendaki adanya adrenalin. “Sebagian rombongan naik banana boat, sekira dengan sepuluh orang dan meminta untuk dijatuhkan lebih kurang sekira 20 meter dari bibir pantai,” jelasnya.

Setelah mengikuti atraksi itu, awalnya Kustatik sempat mengeluhkan pusing hingga mengalami pingsan sehingga memaksanya mendapatkan pertolongan untuk di bawa ke pinggir pantai. Sementara Martono saat itu bisa berenang menuju ke tepi pantai.

“Selang beberapa waktu, Kustatik siuman dari pingsan. Namun suaminya yang melihat peristiwa itu ikut pingsan dan dilarikan ke puskesmas hingga dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Belum diketahui secara pasti tentang penyebab Martono pingsan hingga akhirnya meninggal dunia. Pasalnya saat berita ini ditulis, petugas medis masih melakukan pemeriksaan. Peristiwa itu masih didalami oleh pihak kepolisian. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#pantai #trenggalek #wisata #banana boat