Trenggalek- Kondisi mal pelayanan publik (MPP) yang diresmikan di Bumi Menak Sopal tampaknya tidak sesuai harapan. Pasalnya, masih perlu beberapa penambahan sarana dan prasarana penunjang. Hal itu terlihat ketika Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas meresmikan MPP yang berada di area Jalan Panglima Sudirman itu.
MPP yang telah diresmikan tersebut merupakan yang ke-231 di Indonesia dan ke-31 di Jawa Timur. Dari situ, segala aspek yang ada perlu dioptimalkan kembali untuk mengatasi banyaknya pengunjung yang kemungkinan akan datang.
“Memang hari ini (kemarin, Red) saya meninjau MPP di sini (Trenggalek, Red). Biasanya yang saya tinjau itu MPP-nya besar, mewah, kalau ini cukup seperti ini (sangat sederhana, Red),“ kata Azwar Anas.
Karena itulah, lanjut dia, apa yang ada di MPP tersebut harus lebih ditingkatkan. Mengingat kondisi ruangan yang tidak terlalu lebar, jadi perlu penataan sedemikian rupa untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung yang datang. Tujuannya agar semua masyarakat nyaman mendapatkan pelayanan di MPP tersebut.
“Saya perintahkan juga agar sesegera mungkin memasang label jenis pelayanan yang ada. Agar masyarakat yang datang tidak lagi bingung dan langsung menuju ke tempat layanannya,“ ungkapnya.
Kendati demikian, mantan bupati Banyuwangi tersebut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Salah satunya lantaran memanfaatkan gedung yang sudah ada untuk dijadikan MPP. Dengan begitu, tidak perlu menggunakan anggaran yang lebih besar untuk membangun gedung baru. Sebab, dalam setiap peresmian MPP di daerah lain, dia selalu menekankan untuk mengutamakan fungsi MPP. Yakni, integrasi layanan, bukan sekadar mengutamakan kemegahan gedung.
Harapannya, ke depan, MPP bukan banyak seremonial, melainkan nanti indeks kepuasan masyarakat bisa semakin naik dan indeks pelayanan semakin baik nilainya. Karena pada intinya, MPP adalah mengintegrasikan pelayanan di antara dinas-dinas dengan sistem digital yang lebih terpadu.
Untuk itu, dia juga mengapresiasi pelayanan berbasis kecamatan bahkan desa yang ada di Trenggalek sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk mendapatkan layanan. Apalagi, kini tiap MPP yang ada menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang semakin tinggi, walaupun memang ada MPP yang kinerjanya naik turun. “Jika tingkat kunjungannya turun, ada dua kemungkinan, karena efektivitas pelayanan di kecamatan dan desa yang baik atau memang tidak ada yang datang. Makanya, nantinya itu akan menjadi evaluasi kami," jelas Anas. (jaz/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa