Trenggalek- Kebakaran melanda kawasan hutan milik Perhutani di Gunung Orak Arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, kemarin (27/8/) siang. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah petak 114C dengan total luas baku 54,4 hektar. Atau lebih tepatnya, sekitar 700 meter dari pemukiman warga di RT 04 RW 01 Dusun Sukorejo. Lahan tersebut didominasi tanaman Akasia, Sengon Keling, dan Sengon Buto.
"Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Terdiri atas dua hektare lahan milik warga, dan satu hektare milik Perhutani," ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono.
Triadi mengatakan, kebakaran kali pertama terdeteksi sekitar pukul 11.30. Warga sekitar yang melihat adanya titik api di lahan milik warga pamajekan, yang kemudian dengan cepat menjalar ke area hutan milik Perhutani. Menyadari ancaman tersebut, warga setempat berupaya memadamkan api agar tak meluas.
"Upaya pemadaman lebih lanjut dilakukan oleh gabungan instansi terkait dari Kabupaten Trenggalek, termasuk Perhutani, tiga pilar Desa Karangsoko, dan personel Polres Trenggalek," paparnya.
Mereka membuat sekat bakar atau ilaran menggunakan alat dari BPBD serta ranting daun untuk menghalangi pergerakan api. Setelah berjuang sekitar 1,5 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00.
Meskipun kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka, kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan. Sebab lahan yang hangus terbakar sekitar tiga hectare. Vegetasi yang terbakar sebagian besar terdiri dari semak dan ilalang.
Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat terkait. Dugaan sementara, api berasal dari lahan milik warga Pamajekan, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut. "Penyebab kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat," terang Triadi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama selama musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan. "Masyarakat diimbau untuk tidak membuat perapian seperti membakar sampah di dekat objek yang mudah terbakar. Terlebih saat ini masih musim kemarau," tandasnya. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa