Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bibit Tanaman Gantikan Karangan Bunga saat Hari Jadi Trenggalek, Begini Penjelasan Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin

Zaki Jazai • Minggu, 1 September 2024 | 03:52 WIB
MENYEJUKKAN: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menuangkan gayung berisi air dari tujuh sumber untuk istri dan putri sulungnya.
MENYEJUKKAN: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menuangkan gayung berisi air dari tujuh sumber untuk istri dan putri sulungnya.

Trenggalek- Kirab pusaka menjadi rangkaian acara puncak peringatan Hari Jadi Ke-830 Kabupaten Trenggalek, Sabtu (31/8). Namun, yang membuat acara di Pendapa Manggala Praja Nugraha itu berbeda, yakni masyarakat tak hanya rebutan gunungan tumpeng hasil bumi. Tetapi juga ratusan bibit tanaman yang ditata di halaman pendapa.

Hal lain yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni jumlah pusaka yang dikirab. Biasanya hanya tujuh pusaka yang menjadi piandel Trenggalek dari Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, menuju Pendapa Manggala Praja Nugraha. Kini ditambah dengan pelaksanaan kirab pusaka diri dari Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak. Para pemangku kebijakan yang ada di Trenggalek juga dikirab naik puluhan dolar dan becak. Tujuannya agar kebijakan yang nantinya diambil bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, tema Hari Jadi Trenggalek tahun ini adalah Pinanyungan Kaluhuran. Ini merupakan sebuah ungkapan doa juga harapan bahwa di usia 830 tahun Trenggalek senantiasa dalam perlindungan dan diliputi kemuliaan, kehebatan, dan kebesaran atau keluhuran. Sehubung tema itu, bibit tanamanlah yang dapat menjadi simbol representasi dari nilai-nilai tersebut. “Saya bahagia sekali karena masyarakat antusias berebut bibit. Artinya, mereka semangat menanam, melestarikan alam,” katanya.

BORONG: Salah seorang pengunjung mendapatkan banyak bibit tanaman saat Hari Jadi Trenggalek.
BORONG: Salah seorang pengunjung mendapatkan banyak bibit tanaman saat Hari Jadi Trenggalek.

Mas Ipin, sapaan Moch Nur Arifin, mengatakan bahwa sebenarnya pergantian ucapan tersebut sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Dari situ, nantinya kelestarian dengan membagikan bibit tanaman menjadi berkah rezeki bagi masyarakat. Karena, rata-rata yang diberikan dalam perayaan hari jadi tersebut adalah tanaman buah sehingga antusiasme warga berebut bibit tanaman itu menjadi inspirasi ke depan.

“Jadi dalam perayaan hari jadi tahun ini (ke-830, Red), saya instruksikan pemberian karangan bunga. Bukan karangan bunga buatan, melainkan pakai bibit asli, dan semoga bisa ditiru instansi lainnya,” ujarnya.

Sebab, lanjut Mas Ipin, ketimbang pemberian karangan bunga dari plastik dan styrofoam mubazir karena berakhir menjadi menjadi sampah, dirinya menyarankan untuk memberikan ucapan memakai bibit tanaman asli. “Kalau dilihat dari biaya, itu lebih murah. Biasanya kalau karangan bunga dari styrofoam itu sekitar Rp 750 ribu–Rp 1 juta. Ini Rp 500 ribu sudah dapat banyak bibit,” imbuhnya.

Di sisi lain, dalam prosesi hari jadi kali ini, pemkab juga ingin melakukan hal lain agar masyarakat ikut merasakan berkah. Salah satunya dengan meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Trenggalek untuk membagikan sembako kepada masyarakat di sekitar kediaman mereka. Skemanya, satu abdi negara membagikan sepaket sembako. Itu dilakukan karena pada perayaan hari jadi tahun ini pemkab ingin menumbuhkan semangat berbagi sesama. "Ini kami lakukan untuk menumbuhkan semangat berbagi bagi sesama. Dengan kepedulian tersebut, diharapkan ketangguhan dapat terwujud dan bangsa ini mampu bangkit dari keterpurukan," jelas Ipin. (jaz/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#bibit tanaman #trenggalek #hari jadi