Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terdampak Kekeringan, Sejumlah Warga Desa Dermosari Kecamatan Tugu Terpaksa Beli Air Galon

Whendy Gigih Perkasa • Kamis, 5 September 2024 | 00:50 WIB
DISTRIBUSI: Tim dari Polres Trenggalek dan BPBD Trenggalek kirim air bersih untuk warga terdapak kekeringan.
DISTRIBUSI: Tim dari Polres Trenggalek dan BPBD Trenggalek kirim air bersih untuk warga terdapak kekeringan.

TRENGGALEK- Ribuan warga Bumi Menak Sopal terdampak kekeringan. Sumber air di sumur-sumur mengering. Tak sedikit yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air bersih. Utamanya untuk konsumsi.

Seperti halnya sejumlah warga di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu. Mereka terpaksa membeli air galon. Desa ini selalu mengalami krisis air setiap kali kemarau tiba. Begitu juga tahun ini. Purwanti, warga setempat, mengaku terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Utamanya untuk mandi dan konsumsi.     

"Setiap hari, saya membeli lima galon air untuk mandi dengan harga Rp 1.000 per galon. Sedangkan untuk air minum, saya membeli dua galon setiap minggu seharga Rp 2.000 per galon," ungkapnya.

Dia melanjutkan, biaya yang dikeluarkan bisa bertambah ketika meminta diantar langsung ke rumah. Itu sebagai jasa antar. Yakni sekitar Rp 1.000 per galon. Karena itulah, suplai air bersih yang dilakukan BPBD Trenggalek dan Polres Trenggalek benar-benar diharapkan warga.

Hal senada diungkapkan Indah yang juga terdampak kekeringan. Kini, air dari sumur tanah jauh berkurang. Bahkan sudah banyak yang mengering. Karena itulah, tidak cukup jika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Air sumur itu kami gunakan untuk minum, kalau bantuan (air, Red) ini untuk berbagai keperluan, mandi, dan sebagainya," katanya.

Wanita ramah itu mengatakan, krisis air di wilayah tempat tinggalnya rutin terjadi setiap kemarau tiba. Bahkan, tahun ini kekeringan telah terjadi sejak Juli lalu. "Kalau awal-awal, meskipun air sumur sedikit masih cukup, kalau sekarang ya kurang. Alhamdulillah dengan adanya bantuan cukup meringankan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, saat ini sudah terdapat 24 desa yang terdampak kekeringan di Bumi Menak Sopal. Jumlah tersebut tersebar pada 10 kecamatan yang ada. Daerah terdampak kekeringan itu berpotensi meluas lantaran kemarau hingga kini tak kunjung berakhir. Untuk mengatasi hal tersebut, hingga saat ini 122 tangki air bersih telah distribusikan, kemudian 98 terpal, 88 tandon, 20 tandon lipat, dan 320 jeriken.

Tak hanya BPBD Trenggalek, distribusi air bersih terdampak kekeringan juga dilakukan pihak terkait lainnya. Mereka akan terus memberikan suplai hingga musim kemarau ini berakhir. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#kemarau #trenggalek #kekeringan #air