Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ngeri, Tim Pemadam Kebakaran Trenggalek Evakuasi 322 Satwa Liar

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 13 September 2024 | 13:45 WIB
SIGAP: Tim damkar Trenggalek evakuasi ular yang masuk ke pemukiman warga.
SIGAP: Tim damkar Trenggalek evakuasi ular yang masuk ke pemukiman warga.

Trenggalek- Sejak Januari hingga Agustus 2024, Pemadam Kebakaran (Damkar) Trenggalek mengevakuasi 322 satwa liar. Evakuasi dilakukan sebagai upaya merespons laporan masyarakat terkait keberadaan satwa yang dianggap mengganggu atau berbahaya.

Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Nonkebakaran Burhannudin menyampaikan, mayoritas satwa yang dievakuasi adalah ular dan lebah. "Evakuasi terbanyak dilakukan pada bulan Januari yakni 78 kasus, sedangkan pada Agustus tercatat 18 evakuasi," ungkapnya.

Secara rinci, jumlah evakuasi satwa liar yang dilakukan setiap bulan bervariasi. Pada Februari terdapat 45 satwa yang dievakuasi. Maret sebanyak 59 satwa, April 48 satwa, Mei 32 satwa, Juni 28 satwa, dan Juli 20 satwa. Sebagian besar satwa yang berhasil dievakuasi merupakan ular yang sering kali memasuki permukiman warga, terutama pada musim hujan.

Burhannudin mengatakan, setelah berhasil diamankan, ular-ular tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan yang jauh dari permukiman. "Ular-ular ini kami evakuasi dengan hati-hati, kemudian dilepaskan di tempat yang aman agar tidak kembali mengganggu warga," jelasnya.

Satwa lain yang kerap dievakuasi yakni lebah, khususnya jenis vespa. Proses evakuasi hewan ini berbeda dengan penanganan ular. Lebah vespa biasanya langsung dibasmi karena dianggap berbahaya bagi masyarakat.

"Lebah vespa sering kali membuat sarang di rumah atau lingkungan warga, sehingga kami mengambil langkah untuk membasmi mereka demi keselamatan warga. Setelah dipastikan sudah mati, maka akan kami buang beserta sarangnya," tambahnya.

Dari ratusan satwa yang dievakuasi, terdapat dua satwa yang dilindungi. Yakni, kukang dan trenggiling. Setelah berhasil dievakuasi, satwa-satwa dilindungi ini kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri untuk penanganan lebih lanjut. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#damkar #lebah #trenggalek #ular #satwa liar