Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Drama Kolosal Insiden Hotel Yamato Jadi Daya Tarik dalam Pawai Budaya di Desa Banjar Trenggalek

Kema Ramtitra • Senin, 23 September 2024 | 02:22 WIB
Pawai budaya di Desa Banjar, Kecamatan Panggul, menarik antusiasme penonton, terutama saat penampilan drama kolosal insiden hotel Yamato.
Pawai budaya di Desa Banjar, Kecamatan Panggul, menarik antusiasme penonton, terutama saat penampilan drama kolosal insiden hotel Yamato.

TRENGGALEK - Ada penampilan menarik dalam pawai budaya di Desa Banjar, Kecamatan Panggul, Minggu (22/9/2024).

Penampilan itu tak lain drama kolosal yang mengusung tema sejarah, insiden hotel Yamato, Surabaya.

Drama kolosal itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Insiden Hotel Yamato merupakan peristiwa bersejarah dalam memperjuangkan Kemerdekaan RI 1945.

Peristiwa itu bermula ketika Presiden RI pertama Soekarno mengeluarkan maklumat yang berlaku per 1 September 1945.

Maklumat itu berisi pengibaran bendera Sang Merah Putih untuk seluruh wilayah tanah air Indonesia.

Kabar itu menyebar luas hingga ke Surabaya. Hingga Jenderal Soedirman berunding dengan Victor Willem Charles Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda di atas Hotel Yamato.

Namun perundingan pada 19 September 1945 itu tidak disetujui. Para pemuda murka hingga merobek bendera biru di tiang tertinggi Hotel Yamato.

Kilas sejarah Insiden Hotel Yamato itu tampil menawan dalam drama kolosal pawai budaya di Desa Banjar.

Drama menggambarkan para pemuda berjuang tanpa kenal takut mati.

Suasana perjuangan kemerdekaan RI dalam drama kolosal itu bertambah kuat ketika ada seorang aktor yang berorasi di atas mobil pikap dengan penuh semangat.

Selain itu, tampak juga ilustrasi seseorang yang digantung. Ilustrasi itu menggambarkan suasana perjuangan kala itu hidup atau mati.

Camat Panggul, Kabupaten Trenggalek Trenggalek Darmujiadi mengatakan, pawai budaya di Desa Banjar ini merupakan rangkaian HUT ke-79 RI.

Pawai ini, kata dia, dikemas berdasarkan kreativitas di masing-masing RT dan dusun.

“Diselenggarakan oleh pemdes dan seluruh elemen masyarakat, yang terdiri dari 5 kasunan, 37 RT, menampilkan berbagai jenis seni budaya yang ada di Nusantara ini,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Kades Banjar, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek Budi Rianto.

Menurut dia, pawai budaya di Desa Banjar adalah agenda tahunan.

Semasa kepemimpinannya (menjabat kades, Red), pawai budaya dalam rangka memperingati HUT RI sudah terselenggara dua kali.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan lancar, tertib, dan kondusif Mas. Tahun ini ada 5 tema, yang paling diunggulkan adalah tentang kerukunan masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Tia Ozia
#hotel yamato #drama kolosal