TRENGGALEK- Kepergian salah seorang pengelola kantin di SMA Negeri 2 Trenggalek yakni Nurul Muslikah atau dikenal dengan panggilan Mbak Rul tak hanya membuat sedih kalangan siswa dan guru. Namun juga para alumni SMA Negeri 2 Trenggalek.
Salah satunya Whendy Gigih Perkasa. Dia kaget mendapat informasi di media sosial Mbak Rul telah meninggal. Padahal, Mbak Rul ta pernah mengeluh apa-apa.
Nah, yang paling membekas dalam ingatan Whendy, yakni Mbak Rul suka menolong siswa. Setiap kali ada siswa yang kehabisan uang saku, ataupun tidak bawa uang saku, Mbak Rul membantu.
“Awakmu luwe, lali ora sangu? Maem opo pye? (Kamu lapar, lupa tidak bawa uang saku. Makan atau bagaimana?),” kenang Whendy.
Tak hanya itu, makanan yang dihidangkan untuk siswa tidak pelit. Porsinya selalu kuli. Mbak Rul seakan tidak memikirkan dirinya rugi. Yang terpenting siswa bisa kenyang, tidak lesu saat menerima Pelajaran di dalam kelas.
“Pokoke dijamin wareg (kenyang). Soal bayarnya, bisa diatur. Yang penting tetap dibayar. Pokoknya Mbak Rul ini sudah seperti ibuke dhewe (ibu sendiri),” ungkapnya.
Hal lain, lanjut Whendy, Mbak Rul juga ikut mengingatkan siswa ketika melakukan pelanggaran. “Namanya juga siswa sekolah. Kadang bolos, merokok, berkeahi. Nah, Mbak Rul ini juga ikut mengingatkan agar tidak melakukan hal buruk itu,” imbuhnya.
Kini, Mbak Rul tak lagi mengelola kantin di SMA Negeri 2 Trenggalek. Meski begitu, jasanya tak pernah dilupakan.
Editor : Whendy Gigih Perkasa