Trenggalek- Hari ini merupakan Hari Museum Nasional. Diperingati setiap 12 Oktober. Ini menjadi momen spesial untuk menggugah kesadaran bagi masyarakat. Yakni, pentingnya museum sebagai tempat edukasi sejarah. Sebab di sanalah berbagai benda peninggalan sejarah dirawat dan disimpan.
Satu-satunya museum yang ada di Bumi Menak Sopal yakni Museum Hidup R. Roestamadji milik Polres Trenggalek. Museum tersebut menyimpan berbagai benda bersejarah terkait kepolisian. Selain itu, ada berbagai benda peninggalan Perang Dunia II.
Salah satu benda yang diduga berasal dari Perang Dunia II yakni gembok. Terdapat tulisan Batavia pada gembok tersebut.
“Terlebih, gembok kuningan Batavia ini diproduksi kali pertama pada 1962 oleh Belanda. Tahun tersebut merupakan tahun yang sama dengan berdirinya Kota Batavia,” jelas KBO Satreskrim Polres Trenggalek, Iptu Singgih Marsudi.
Selain gembok, masih banyak benda-benda lainnya. Seperti halnya imperial bayonet. “Imperial bayonet pada mulanya digunakan oleh militer Amerika Serikat saat pecahnya Perang Dunia II pada 1939 hingga 1945. Lalu diadopsi oleh Polri pada 1947,” paparnya.
Kini terdapat 32 koleksi benda sejarah beragam jenis yang disimpan dan dipajang di Museum Hidup R. Roestamadji. “Sebenarnya masih ada benda-benda lain, tapi kini masih kami coba untuk restorasi. Jadi, sama seperti yang sudah kami restorasi dan dipajang di museum,” ungkap anggota revitalisasi Museum Hidup R. Roestamadji tersebut.
Pria ramah itu menyampaikan, barang-barang bersejarah tersebut didapatkan dari berbagai tempat. Beberapa di antaranya diperoleh tim revitalisasi dari gudang logistik Polres Trenggalek. Di sisi lain, ada beberapa benda yang didapatkan melalui donasi Keluarga Sembodo. “Ada barang yang didonasikan oleh Keluarga Sembodo. Benda tersebut adalah pedang, helm baja, telepon, gembok, radio, dan garuda,” paparnya.
Koleksi awal dari museum ini adalah benda-benda milik AKP R. Roestamadji yang merupakan Kapolres Trenggalek pertama pada periode 1956 hingga 1960. “Kami dapatkan benda-benda itu dari keluarga AKP R. Roestamadji,” imbuhnya.
Museum yang dibangun pada kepemimpinan Kombes Pol Didit Bambang Wibowo pada 2019 mulanya hanya memiliki beberapa barang. Di antaranya, pakaian dinas Polri, sepeda angin, tas kerja, pet dinas Polri, peples atau tempat minum, bot kanvas, sabuk kulit, kopel kulit, buku agenda kerja, bolpoin, peta lokasi, dan buku catatan.
Museum tersebut lantas direvitalisasi dan menambah koleksi pada kepemimpinan AKBP Gathut Bowo Supriyono 2024. “Hingga kini kami masih berusaha, mungkin masyarakat Trenggalek kalau memang ada barang-barang yang dimiliki berkaitan dengan sejarahnya Polres Trenggalek, kami bisa untuk menampung dan dimasukkan ke dalam museum,” tandasnya. (kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa