Trenggalek- Keracunan massal terjadi di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Rabu (9/10) lalu. Puluhan orang alami muntah dan diare usai menyantap makanan yang diberikan dalam acara pengajian. Diduga, mereka keracunan makanan tersebut.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek dr Sunarto mengatakan, melihat kronologi yang dialami pasien, ada indikasi mereka mengalami keracunan makanan. Kendati demikian, masih butuh pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami masih menunggu nanti hasil sampel. Kini sudah kami kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan dikawal dengan Dinkes Jatim. Rata-rata hasilnya keluar sekitar dua sampai tiga minggu," jelasnya.
Informasi dari Dinkesdalduk KB Trenggalek, ada sekitar 130 orang yang mengikuti acara tersebut. "Ada 98 orang yang mengalami keluhan serupa. Yakni diare, muntah, pusing, nyeri perut. Sedangkan delapan orang harus rawat inap di rumah sakit," ujar Sunarto, kepada Jawa Pos Radar Trenggalek Selasa (15/10).
Sunarto mengatakan, saat mengikuti pengajian tersebut, dikabarkan masyarakat menerima nasi kotak dan jajanan ringan. Nasi kotak berisi nasi, kering tempe, telur balado, dan mi. Kemudian, ada snack yang berisi roti isi ayam, roti bolu, dan air mineral. Adapun waktu mengonsumsi masyarakat beragam. Rata-rata dikonsumsi malam. “Ada juga yang dimakan pagi tanpa dipanasi, ada juga yang dimakan pagi dipanasi," katanya.
"Yang mengalami diare 96,94 persen. Terus yang kedua, mual 69,39 persen. Kemudian, pusing 69,39 persen. Lalu, nyeri perut 55,10 persen," imbuh pria ramah itu.
Nah, dari sekian pasien yang dirawat, terdapat pasien yang masih berusia anak-anak. Yakni, satu anak berusia 11 tahun. Terkait pasien meninggal dunia, Sunarto tak menampik. "Kemarin (Senin, Red) ada satu pasien yang meninggal dunia," tandasnya.(kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa